PONTIANAK POST - Hingga saat ini, BBPOM Sanggau, belum mengeluarkan hasil laboratorium, terkait sampel makanan MBG dikelola oleh SPPG Kapuas Hulu, di Teluk Barak, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan. Makanan tersebut diduga telah membuat penerima manfaat MBG mengalami muntah-muntah, hingga masuk rumah sakit.
Sudarso, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP KB) Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan, hingga saat ini belum ada informasi kapan hasil laboratorium dari BBPOM Sanggau keluar.
"Pastinya semua sampel makanan MBG tersebut, sudah kami serahkan ke BBPOM Sanggau, dan hasilnya kita masih menunggu," katanya, Kamis (13/11).
Sebelumnya, sekitar 19 orang anak pelajar yang menerima manfaat MBG, di Kecamatan Putussibau Selatan, harus dilarikan ke RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, untuk mendapatkan perawatan medis, setelah menyantap makanan MBG tersebut. Diduga penyebab anak-anak alami muntah-muntah, akibat makanan dari program MBG, namun hingga kini pihak terkait, belum bisa memastikan penyebab sebenarnya, karena masih menunggu hasil laboratorium dari BBPOM Sanggau.
Atas kejadian tersebut, Korwil BGI wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Sony Deviandi Putra, telah melaksanakan evaluasi dan menghentikan sementara dapur SPPG di mengelola makanan MBG tersebut.
Sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan dari Dinkes PP KB Kapuas Hulu, ada sebanyak lima dapur MBG di wilayah Kecamatan Putussibau Utara dan Selatan, belum atau tidak memenuhi syarat, baik bagian dalam ruangan dapur maupun diluar dapur. (fik)
Editor : Hanif