PONTIANAK POST - Pada awal tahun 2026 ini, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau menunjukkan geliat ekonomi yang semakin meningkat. Pantauan Pontianak Post, Lalu lintas orang dan barang di kawasan perbatasan tampak padat dan lancer.
Sebagai pintu gerbang utama perdagangan, PLBN Badau kini menjadi kunci dalam ekspor komoditas unggulan Kapuas Hulu ke negara tetangga, Malaysia. Di awal tahun 2026, dua jenis komoditas utama yang diekspor adalah ikan air tawar segar dan Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil kelapa sawit.
Karantina PLBN Badau mencatatkan hasil ekspor yang signifikan melalui aplikasi BESTTRUST, dengan total ekspor mencapai 544,350 ton komoditas, senilai hampir 1,1 Miliar Rupiah. Rinciannya, ekspor ikan air tawar mencapai 1,310 ton, bernilai Rp90.850.000, sementara ekspor Palm Kernel Expeller (bungkil kelapa sawit) tercatat sebanyak 543,040 ton dengan nilai Rp980.098.134,00.
Adrian Prasetiyo, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina PLBN Badau, menyatakan optimisme tinggi terhadap tren ekspor yang terus meningkat pada 2026. "Ini adalah awal yang sangat baik dalam upaya kita mengakselerasi perekonomian di perbatasan," ujar Adrian, Kamis (8/1).
Sebagai bagian dari komitmennya, Karantina PLBN Badau berperan sebagai economic tools yang mendukung keberhasilan ekspor dengan memberikan sertifikasi atas komoditas yang diekspor. Selain itu, mereka memastikan bahwa komoditas tersebut bebas dari hama dan penyakit, serta dalam kondisi sehat dan layak untuk diekspor.
"Kami akan terus bersinergi dengan stakeholder di perbatasan untuk mendukung akselerasi ekspor. Melalui integrasi sistem pelayanan dan digitalisasi yang sudah berjalan dengan baik di PLBN Badau, kami berkomitmen untuk menjadikan komoditas unggulan Kapuas Hulu bersaing di pasar internasional," tambahnya. (fik)
Editor : Hanif