Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Masyarakat Adat Kayaan Mendalam Tegaskan Penolakan terhadap PT KAP, Ingatkan Perusahaan Jangan Nekat

Taufik As • Rabu, 21 Januari 2026 | 14:17 WIB
PENOLAKAN : Pemasangan plang penolakan terhadap masuknya PT KAP oleh masyarakat Adat Kayaan Mendalam Kapuas Hulu.
PENOLAKAN : Pemasangan plang penolakan terhadap masuknya PT KAP oleh masyarakat Adat Kayaan Mendalam Kapuas Hulu.

PONTIANAK POST - Baru-baru ini masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mendalam Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu kembali menunjukkan penolakannya terhada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang akan beroperasi di wilayah mereka yakni PT Kalimantan Agro Permata (KAP).

Penolakan yang dilakukan masyarakat tersebut dengan memasang plang.  Dimana tertera di plang tersebut bertuliskan bahwa pertama, masyarakat Adat Kayaan Mendalam tidak akan membiarkan PT Sawit merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat adat. Kedua, masyarakat Adat Kayaan Mendalam tidak akan membiarkan TT. Sawit mengambil tanah dan sumber daya alam. Terakhir, masyarakat Adat Kayaan Mendalam akan berjuang untuk melindungi wilayah dan hak masyarakat adat .

Natalius Sengiang Ketua Pemuda Datah Dian Bersatu membenarkan bahwa masyarakat Adat Kayaan Mendalam memasang plang penolakan terhadap perusahaan perkebunan sawit PT KAP.

"Jadi pemasangan plang penolakan PT KAP sudah disepakati bersama, kita juga sudah sosialisasi dengan tokoh Adat maupun Pemuda. Disitu sepakat untuk menolak perusahaan sawit atau perusahaan lainnya yang masuk ke wilayah Adat Kayaan Mendalam, " katanya, Selasa (20/1).

 Baca Juga: Wagub Krisantus Maju Jadi Bakal Calon Ketua Perbakin Kalbar, Bawa Visi Peningkatan Prestasi Atlet Menembak

Natalius mengatakan, alasan masyarakat menolak perusahaan sawit dan perusahaan lainnya adalah masyarakat khawatir dengan masuknya perusahaan sawit akan membuat air sungai tercemar, kerusakan alam.

"Karena kita hidupnya tergantung dengan air sungai. Sementara air sungai saat ini masih bersih, jika air sungai ini tercemar dengan masuknya sawit, masyarakat hidupnya kedepan nanti bagaimana, " ujarnya.

Ia mengatakan, dari PT KAP sudah pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, namun bagaimana pun masyarakat Adat Kayaan Mendalam tetap menolaknya. "Karena kita tahulah bahwa perusahaan perkebunan sawit itu kebanyakan janji saja, " tuturnya.

Maka dari itu, Natalius mengingatkan kepada PT KAP jika masih nekad masuk untuk beroperasi di wilayahnya, maka siap-siap saja akan berhadapan dengan masyarakat.

"Karena kita juga tidak mau perjuangan kita ini sia-sia dalam mempertahankan wilayah Adat Kayaan Mendalam agar tidak dirusak oleh perusahaan, " tuturnya.

Namun dirinya berharap kepada Pemerintah Daerah terutama Bupati Kapuas Hulu agar dapat mengkaji ulang masuknya PT KAP ke wilayahnya. "Untuk Bupati kita minta jangan memberikan izin kepada PT KAP masuk wilayah DAS Mendalam. Jangan sampai ada perusahaan sawit maupun perusahaan lain yang dapat merusak hutan dan sungai yang ada. Apalagi ini kampung halaman Bupati, " harapnya.

Benediktus Himang Temenggung Kayaan Mendalam menyampaikan bahwa masyarakat DAS Mendalam yang terdiri dari berberapa desa ini tetap menolak keras masuknya perkebunan kelapa sawit PT KAP.

"Dampak masuk sawit ini pencemaran sungai sudah pasti. Karena kami masyarakat DAS Mendalam bergantung juga kehidupannya dengan sungai dan hutan," katanya.

Benediktus mengatakan, selain memasang plang penolakan PT KAP, pihaknya akan membuat surat penolakan PT KAP untuk Bupati. Dan pihaknya akan melakukan audiensi ke bupati.

"Jika PT KAP tetap nekat masuk ke Mendalam, kita akan demi, " tuturnya.

Benediktus menegaskan, apa pun janji dari PT KAP kepada masyarakat, pihaknya tetap akan menolak perusahaan tersebut masuk ke Mendalam, karena masyarakat setempat ini tergantung hidupnya dengan air sungai.

"Tentunya dengan masuknya PT KAP ini akan memberikan dampak lingkungan dan kerusakan alam. Kita tidak mau itu terjadi, " ujarnya.

Dirinya berharap agar pemerintah daerah dapat mengkaji ulang PT KAP yang akan masuk ke wilayah Mendalam, karena selama ini juga masyarakat setempat sudah ada beberapa menolak perusahaan yang masuk ke wilayahnya mulai dari PT Toras hingga HTI.

"Saya ingatkan untuk masyarakat Adat Kayaan Mendalam tetap kompak untuk memperjuangkan wilayah Adat ini. Tapi saya yakin masyarakat kami kompak untuk membatalkan masuknya PT KAP ini, " pungkasnya. (fik)

Editor : Hanif
#Kapuas Hulu #PT KAP #masyarakat adat #sawit