PONTIANAK POST - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Achmad Diponegoro Putussibau (ADP), Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, telah menyiapkan layanan cuci darah, untuk pasien gagal ginjal di Kapuas Hulu. Direktur RSUD dr ADP, dr Herlina menyampaikan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pelayanan cuci darah (hemodialisis), sebagai bentuk peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat.
"Saat ini masih dalam tahap pengurusan administrasi dan assessment persyaratan perizinan, yang meliputi proses perizinan melalui Online Single Submission (OSS) sebagai syarat legalitas yang terintegrasi dengan sistem Kementerian Kesehatan yaitu Regalkes," katanya baru-baru ini.
Selain itu kata Herlina, diperlukan juga dokter spesialis ginjal, dokter umum dan perawat bersertifikat dalam pelayanan hemodialisa. "Kita juga memerlukan proses visitasi dari dinas kesehatan dan kementerian kesehatan," ucapnya.
Herlina mengatakan, pasien ginjal kronik jika tidak melakukan transplantasi ginjal, maka harus menjalani hemodialisis dua hingga tiga kali seminggu, sekitar 10-12 kali tindakan dalam satu bulan.
"Penyakit ginjal tidak menyerang secara pilih-pilih. Bisa terjadi pada orang tua, anak-anak, laki-laki, maupun perempuan. Penyakit ginjal kronik, disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk di karenakan diabetes dan hipertensi," ujarnya.
Pastinya kata direktur RSUD dr ADP, pihaknya berkomitmen untuk memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, agar pelayanan cuci darah dapat segera dioperasionalkan, demi meningkatkan akses layanan kesehatan bagi seluruh pasien gagal ginjal di Kapuas Hulu.
"Kita terus mempertahankan kualitas dan harapan hidup masyarakat yang terkena penyakit ginjal kronik," pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif