PONTIANAK POST - Belum lama ini ada tujuh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kapuas Hulu yang ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang dimana mereka belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitas (SLHS).
Helena Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan, bahwa dari tujuh dapur MBG yang ditutup sementara tersebut SLHS nya saat ini sedang dalam proses bahkan ada beberapa dapur MBG SLHS nya mereka yang sudah keluar.
"Yang sudah keluar SLHS nya yakni SPPG Putussibau Selatan Kedamin Hulu, SPPG Putussibau Utara Kelurahan Hilir Kantor dan dua SPPG di Desa Pala Pulau. Sementara 3 SPPG masih dalam proses SLHS nya yakni SPPG di Sungai Besar Bunut Hulu, SPPG di Seliimbau dan SPPG di Suhaid. " katanya, Selasa (14/4).
Baca Juga: Wagub Kalbar Minta Pemda Tak Rumahkan PPPK, Keputusan Tunggu Pemerintah Pusat
Helena mengatakan, tutupnya 7 dapur MBG dikarena mereka belum memenuhi syarat yakni terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dimana terkait IPAL ini bukanlah menjadi urusan Dinas Kesehatan.
"Kami hanya mengurusi terkait SLHS saja. Dimana mereka jika sudah keluar SLHS nya, kami tinggal melakukan pengambilan sampel. Cuma saat ini kami belum melakukan pengambilan sampel karena dapur MBG masih tutup terkait IPAL, " ujarnya.
Terkait pengambilan sampel ini kata Helena, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BGN. Namun dari BGN tetap meminta untuk pengambilan sampel bagi SPPG yang sudah keluar SLHS ini menunggu mereka buka dan memenuhi syarat lainnya yakni IPAL.
Baca Juga: Polisi Amankan ODGJ Usai Lukai Pengendara di Putussibau, Korban Alami Luka Sayat
"Kita koordinasi dengan BGN terkait hal ini, karena mereka lagi tutup. Dari BGN minta IPAL sudah dipenuhi maka akan baru bisa diambil sampelnya, " ujarnya.
Lanjut Helena, pihaknya tidak ada kewenangan untuk melakukan penutupan terhadap dapur MBG yang belum memenuhi syarat. Hanya saja jika ada kasus keracunan pangan maka bisa saja melakukan penutupan, namun itu bisa dilakukan ketika BGN yang meminta ke Dinas Kesehatan.
"Maka dari itu saya harap mitra SPPG yang belum keluar SLHS nya tetap pro aktif dalam mengurus persyaratan jika mereka ingin membuka kembali dapurnya, " pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair