Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jalan Negara di Perbatasan RI-Malaysia Rusak Parah hingga 35 Km, Warga Bergantung pada Jalur Sawit

Taufik As • Selasa, 14 April 2026 | 15:44 WIB
Kondisi jalan negara di daerah perbatasan Indonesia- Malaysia yang ada di Kecamatan Puring Kencana makin parah. (DOK WARGA)
Kondisi jalan negara di daerah perbatasan Indonesia- Malaysia yang ada di Kecamatan Puring Kencana makin parah. (DOK WARGA)
PONTIANAK POST - Jalan antar Kecamatan di wilayah perbatasan Indonesia- Malaysia dalam kondisi rusak parah.

Rusaknya jalan tersebut disebut-sebut karena kurangnya perhatian dari pemerintah pusat. Sejak Indonesia merdeka, kondisi ruas jalan tidak pernah mendapat peningkatan dari jalan tanah jadi mantap, diaspal atau disemenisasi.

Jalan di wilayah perbatasan yang rusak itu tepatnya jalan yang jadi penghubung antara Kecamatan Empanang-Kecamatan Puring Kencana di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Baca Juga: Wamendagri Ajak Dai Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat di Wilayah Perbatasan Sambas

Jalan tersebut pernah diperbaiki oleh perusahaan sawit PT Sawit Kapuas Kencana (SKK) yang beroperasi di wilayah tersebut namun belum maksimal.

"Ruas jalan Nanga Kantuk-Sungai Antu yang rusak ini statusnya jalan negara," kata Jeblin Kepala Desa Sungai Mawang Kecamatan Puring Kencana, Selasa (14/4).

Jeblin mengatakan, selain jalan yang rusak, ada juga beberapa jembatan yang rusak dan membutuhkan perhatian.

Baca Juga: BNPP Tekankan Peran Strategis Wilayah Perbatasan sebagai Penggerak Ekonomi Warga

"Ada dua titik ruas jalan dan dua jembatan yang rusak parah seperti ini yang perlu dilakukan perbaikan," ucapnya.

Jeblin mengatakan saat ini jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh roda dua, sementara untuk roda empat belum bisa, namun mereka bisa melewati jalan yang sudah dibuat oleh perusahaan sawit.

"Rusaknya jalan negara ini menghambat arus barang maupun barang. Kondisi jalan yang rusak parah tersebut, telah menghambat  pembangunan daerah di seluruh wilayah kami, menghambat pembangunan berbagai infrastruktur publik," ungkapnya.

Jeblin mengatakan, masyarakat perbatasan sangat berharap pemerintah pusat memperbaiki atau meningkatkan kualitas jalan negara di perbatasan dengan Malaysia, misalnya dilakukan pengerasan dan secara bertahap mungkin diaspal.

"Kami juga sangat berharap jalan di wilayah kami ini diaspal," ucapnya.

Sementara itu Hambali Sekretaris Camat Puring Kencana menyampaikan, jalan negara yang rusak ini panjangnya kurang lebih 35 kilometer menuju ibukota Kecamatan Puring Kencana.

"Selain jalan yang rusak, ada juga jembatan yang rusak dan masyarakat harus berhati-hati ketika melalui nya," ucapnya.

Baca Juga: Bupati Sambas Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat di Wilayah Perbatasan untuk Akses Pendidikan

Hambali mengatakan, sejak jembatan yang ada di jalan negara tersebut patah, perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut tidak lagi pernah melalui jalan tersebut, melainkan perusahaan sawit membuat jalan sendiri.

"Dengan kondisi jalan dan jembatan yang rusak seperti ini membuat arus orang dan barang menjadi terganggu," ucapnya.

Sebagai Abdi negara yang bertugas di perbatasan, dirinya berharap dari pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus kepada daerah perbatasan terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Baca Juga: Pangdam XII Tanjungpura Tinjau PLBN Jagoi Babang untuk Pastikan Keamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia

"Jangan biarkan masyarakat kami kesusahan akibat dari buruknya infrastruktur di perbatasan ini," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#Infrastruktur Jalan Kalbar #Perbaikan #jalan rusak parah #perbatasan ri-malaysia