Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kenaikan Harga LPG di Putussibau Capai Rp40 Ribu, Masyarakat Keluhkan Dampaknya

Taufik As • Rabu, 22 April 2026 | 14:41 WIB
Kenaikan harga gas LPG sudah sampai ke wilayah Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu. (ISTIMEWA)
Kenaikan harga gas LPG sudah sampai ke wilayah Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Saat ini Pemerintah Negara Republik Indonesia, telah resmi menaikan harga gas LPG seberat 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Kenaikan harga gas LPG tersebut sudah sampai ke wilayah Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu dimana tingkat pangkalan mengalami kenaikan harga dari Rp 20-40 ribu.

Seorang Pemilik Pangkalan Gas Anisa di Putussibau Selatan, Nurmina menyampaikan harganya sebelum untuk gas 5,5 kg hanya Rp 115 ribu dan sekarang mencapai Rp 135 ribu.

"Sedangkan untuk harga gas 12 kg, sebelumnya hanya Rp 240 ribu dan sekarang mencapai Rp 280 ribu. Jadi kenaikan harga gas 5,5 kg dan 12 kg dari Rp 20-40 ribu," katanya, Selasa (21/4). 

Nurmina menjelaskan, kenaikan harga gas LPG seberat 5,5 kg dan 12 kg sejak dua hari yang lalu.

Baca Juga: DPRD Ketapang Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Tingkatkan PAD Secara Berkelanjutan

"Jadi kita harus mengikuti atau menyesuaikan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah," ucapnya.

Sementara Warga Putussibau Imah, menyampaikan masih menggunakan gas 5,5 kg dengan harga Rp 115 ribu di pangkalan.

"Saya belum beli gas harga sekarang, kalau sudah naik harganya, ya apa boleh buat," ujarnya.

Sementara itu, pemilik warung di Jalan Lintas Utara, Kecamatan Putussibau Utara, Aisyah menyampaikan, kalau dirinya belum beli gas harga yang sekarang.

"Minggu kemarin saya beli gas 5,5 kg ke pangkalan masih Rp 115 ribu," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Ketapang Mediasi Konflik Warga dan Perusahaan, Sepakati Damai Lewat Restorative Justice

Terkait harga saat ini sudah mahal, jelas Aisyah, sebagai pengguna gas Elpiji tentu sebenarnya keberatan.  "Tapi apa boleh buat, harga ditentukan oleh pemerintah," ujarnya.

Apakah akan ada kenaikan harga makanan-makanan yang dijual, Aisyah menyampaikan, sebenarnya harus dinaikkan juga, tapi kasihan masyarakat.  "Kalau saya tetap harga biasanya," pungkasnya. (fik)

Editor : Hanif
#Kapuas Hulu #warga mengeluh #kenaikan harga #lpg #Pelaku Usaha