PONTIANAK POST - Sahabat Beramal Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, mengajak anak muda di Kapuas Hulu, untuk mengembangkan budaya seni berpantun. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan workshop pantun Melayu yang berlangsung di Aula Sekretariat FKUB Kapuas Hulu, Sabtu (2 /5).
Een RJ Penasehat Organisasi Sahabat Beramal Kapuas Hulu menyampaikan budaya berpantun harus terus dikembangkan oleh seluruh generasi muda itu sendiri.
"Kita tahu bersama bahwa, pantun adalah identitas, adab, dan cara orang Melayu menyampaikan ilmu serta nasihat dengan indah," katanya.
Ketua panitia workshop itu juga bersyukur dan mengapresiasi antusiasme seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dia mengatakan,"Workshop Pantun Pebayu merupakan langkah nyata dalam menjaga warisan budaya Melayu, agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi."
Baca Juga: MABM Singkawang Dorong Penggunaan Bahasa Melayu Sambas di Keluarga dan Sekolah Setiap Kamis
Een mengatakan, pihaknya ingin membangkitkan kembali kecintaan generasi muda khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu, terhadap pantun Melayu. Dia mengatakan,"Diharapkan generasi muda Kapuas Hulu bisa membawa budaya daerah, hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.”.
Ditambahkan Agus Rahman Pemantun Internasional, dan penulis buku pantun asal Kalbar mengatakan pantun bukan sekadar susunan kata berima, tetapi jati diri dan marwah budaya Melayu. Dia menyebutkan bahwa,”Jika generasi muda berhenti berpantun, maka perlahan akar budayanya juga akan memudar, maka sangat penting budaya berpantun terus dikembangkan." (fik)
Editor : Hanif