Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pembangunan Dapur MBG Desa Nanga Dua Diprotes Warga, Diduga Tak Sesuai Standar

Taufik As • Senin, 25 Mei 2026 | 12:44 WIB
Pembangunan dapur MBG di desa Nanga Dua Kecamatan Bunut Hulu diduga dikerjakan tidak sesuai standar. (ISTIMEWA)
Pembangunan dapur MBG di desa Nanga Dua Kecamatan Bunut Hulu diduga dikerjakan tidak sesuai standar. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau biasa disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah desa Nanga Dua Kecamatan Bunut Hulu disorot warga karena diduga pembangunannya tidak sesuai standar.

Sumardi warga Desa Nanga Dua menyampaikan, didesanya lagi ada pembangunan dapur MBG, hingga hari ini masih dalam proses. Namun pembangunan dapur MBG tersebut diduga asal-asalan karena tidak sesuai.

"Karena tiang depan bukan menggunakan kayu Belian, perabung sama lis plang juga tidak ada. Kemudian bangunan yang samping saja jauh benar beda dengan yang di bangun di desa tetangga Nanga Payang," katanya, Senin (25/5).

Baca Juga: DPRD Singkawang Evaluasi Program MBG dan Soroti Dampak Limbah Dapur SPPG

Ia mengatakan, pembangunan dapur MBG didesanya itu ada dua yakni satu gedung untuk dapur dan satu gedung untuk tempat penginapan tukang masak.

"Yang pasti kita minta pembangunan dapur MBG harus sesuai standar pemerintah jangan bangun asal-asalan yang ada kemungkinan tidak sesuai RAB," ujarnya.

Sumardi yang juga Kasi Pemerintahan Desa Nanga Dua menegaskan, jika memang terbukti pembangunan dapur MBG dikerjakan secara asal-asalan maka harus dibongkar dan harus dibangun sesuai standar yang ada.

"Untuk anggaran pembangunan dapur MBG ini saya tidak tahu," ucapnya.

Baca Juga: Satgas MBG Sanggau Keluhkan Sulit Koordinasi dengan Korwil BGN, Program Dinilai Terkendala

Sementara itu Kades Nanga Dua Gregorius Amat membenarkan didesanya ada pembangunan dapur MBG dan hingga hari ini belum selesai.

"Sesuai tidaknya bangunan MBG ini saya kurang tahu. Hanya dari pihak swasta lah yang tahu. Karena ketika bangunan ini selesai maka bangunan ini merupakan milik swasta (kontraktor) bukan milik desa," ujarnya.

Kades menegaskan, dirinya tidak paham jika bangunan MBG itu tidak memenuhi standar atau tidak karena tentunya ada tim peninjau sendiri nilainya. "Saya melihat pembangunan dapur MBG yang dilakukan tersebut sudah mengikuti bistik yang ada. Kalau pun ada masyarakat yang mengatakan pembangunan tidak sesuai, saya juga kurang tahu," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#Pembangunan SPPG #warga protes #dapur MBG