PONTIANAK POST - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kapuas Hulu mencatat total hewan kurban mencapai 871 ekor yang tersebar di 23 kecamatan. Dari catatan yang ada untuk hewan kurban berupa sapi sebanyak 664 ekor dan 207 ekor kambing.
Mohammad Yusuf Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kapuas Hulu mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, peningkatan itu mencerminkan tumbuhnya kepedulian dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Yusuf menegaskan peningkatan jumlah hewan kurban harus disertai pengelolaan yang baik. Proses penyembelihan wajib sesuai syariat dan memenuhi standar kesehatan.
"Hewan sapi maupun kambing yang menjadi kurban itu harus baik, " katanya kemarin.
Baca Juga: Kodim 1206 Putussibau Berbagi Daging Kurban untuk Masyarakat pada Iduladha 1447 H
Ia juga mengingatkan agar distribusi daging kurban benar-benar tepat sasaran. Prioritas penerima meliputi fakir miskin, dhuafa, anak yatim, serta masyarakat yang jarang mengonsumsi daging.
Yusuf juga menekankan pembagian daging dilakukan melalui panitia kurban di masjid, musala, maupun lembaga lainnya agar distribusi lebih merata dan tidak menimbulkan kesenjangan di tengah masyarakat.
Ia pun berharap semangat berkurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah tahunan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian sosial dan kebersamaan antarwarga.
“Semoga Idul Adha ini meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan rasa kepedulian terhadap sesama,”
Sementara itu H. Ahmad Jais Pengurus Surat Al-HAJ Kelurahan Kedamin Hilir menyampaikan, ditempatnya juga ada dilakukan pemotongan sapi sebanyak due ekor, dimana dari hasil pemotongan ini sudah disalurkan kepada fakir miskin, dhuafa, anak yatim, serta masyarakat yang jarang mengonsumsi daging.
Baca Juga: Kapolres Kapuas Hulu Salurkan Enam Hewan Kurban untuk Masyarakat dan Mustahik
"Kita berharap pada Idul Adha ini, masyarakat sekitar kita dapat merasakan memakan daging sapi, " ucapnya.
Ahmad Jais menjelaskan, makna kurban pada Hari Raya Idul Adha adalah bentuk ketaatan, keikhlasan, dan wujud syukur umat Islam kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan ternak.
"Ibadah ini juga merefleksikan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial melalui pembagian daging kepada sesama, terutama yang membutuhkan, " pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif