Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Potensi Wisata Rohani Dilirik, Bupati Kapuas Hulu Minta Infrastruktur Pendukung Harus Dibenahi

Taufik As • Selasa, 2 Juni 2026 | 14:47 WIB
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan saat mengunjungiobjek wisata rohani Gurung Sepangin yang terletak di Lubuk Mantuk Desa Tekudak Kecamatan Kalis.  (ISTIMEWA)
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan saat mengunjungiobjek wisata rohani Gurung Sepangin yang terletak di Lubuk Mantuk Desa Tekudak Kecamatan Kalis. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mulai melirik potensi wisata rohani sebagai destinasi unggulan baru. Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan meninjau langsung objek wisata rohani Gurung Sepangin yang terletak di Lubuk Mantuk, Desa Tekudak Kecamatan Kalis, Minggu (31/5).

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk melihat potensi pengembangan destinasi yang memadukan keindahan alam dan ketenangan spiritual.

Setibanya di lokasi, bupati disambut suasana hutan yang rindang, udara sejuk, serta ketenangan yang jarang ditemukan di tempat wisata ramai.

Gurung Sepangin selama ini dikenal warga sekitar sebagai tempat untuk menenangkan diri dan merenung. Tidak ada bangunan megah, tidak ada hiruk pikuk. Yang ada hanya pepohonan lebat, aliran air jernih, dan suasana hening yang mendukung refleksi diri.

Baca Juga: Sengketa PT RSM dengan Masyarakat Desa Segar Wangi Berakhir Damai Lewat Musyawarah

Bupati Fransiskus Diaan yang akrab disapa Sis mengaku takjub dengan kondisi alam di lokasi tersebut. Menurutnya, Gurung Sepangin punya karakter kuat yang sulit ditemukan di destinasi lain.

“Tempat ini sangat luar biasa. Suasananya sangat asri, indah, dan udaranya begitu sejuk. Gurung Sepangin bukan hanya sekadar tempat rekreasi alam, tetapi juga menjadi tempat yang sangat mendukung untuk ketenangan rohani dan refleksi diri,” kata Bupati. 

Bupati menilai perpaduan wisata alam dan wisata rohani inilah yang menjadi daya tarik utama. Tren wisata modern sekarang memang mulai bergeser. Wisatawan tidak hanya mencari tempat selfie, tapi juga tempat yang memberi ketenangan batin.

Bupati menegaskan komitmen Pemkab Kapuas Hulu untuk terus mendorong pengembangan potensi wisata daerah. Fokusnya pada wisata berbasis masyarakat dan berwawasan lingkungan, agar ekonomi warga tumbuh tapi alam tetap lestari.

“Konsepnya harus eco-spiritual. Kita kembangkan, tapi jangan sampai merusak keaslian alamnya. Gurung Sepangin ini aset. Kalau dikelola baik, bisa jadi destinasi unggulan yang mengangkat nama Kapuas Hulu,” jelasnya.

Baca Juga: Menguak Sejarah Kelam di Balik Lukisan Mustafa Pasha di Museum Wina yang Terkesan Angker

Menurut Bupati, infrastruktur pendukung seperti akses jalan, penunjuk arah, tempat ibadah sementara, dan fasilitas kebersihan perlu dibenahi secara bertahap.

“Namun semua pembangunan harus mengikuti prinsip kelestarian. Tidak boleh ada penebangan liar atau pembangunan yang mengubah kontur alam, “tuturnya.

Bupati Sis juga menekankan peran penting masyarakat Desa Tekudak sebagai pemilik sekaligus penjaga utama Gurung Sepangin. Tanpa keterlibatan warga, wisata tidak akan berkelanjutan.

“Kami berharap infrastruktur pendukung ke depan bisa terus ditingkatkan tanpa merusak keaslian alamnya. Saya mengajak seluruh masyarakat Desa Tekudak dan para pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian sarana yang ada di Gurung Sepangin ini,” pungkasnya. (fik)

Editor : Hanif
#gurung sepangin #pembenahan infrastruktur #bupati kapuas hulu #pengembangan wisata