Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bupati Kapuas Hulu Tutup Gawai Entibab Ningkau Kandau Bedangkan 2026, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Dayak

Taufik As • Senin, 29 Juni 2026 | 09:16 WIB
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskux Diaan, menghadiri dan menutup Gawai Entibab Ningkau Kandau Bedangkan 2026.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskux Diaan, menghadiri dan menutup Gawai Entibab Ningkau Kandau Bedangkan 2026.

PONTIANAK POST - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menghadiri sekaligus menutup secara resmi Gawai Entibab Ningkau Kandau Bedangkan Tahun 2026 yang berlangsung di Entibab, Desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu, baru-baru ini.

Kegiatan adat dan budaya tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, para kepala OPD, unsur Forkopimcam Silat Hulu, perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Kedatangan Bupati Kapuas Hulu beserta rombongan disambut secara adat melalui prosesi pengalungan oleh Kepala Desa Nanga Dangkan dan suguhan tuak adat. Selanjutnya, rombongan diiringi tarian tradisional menuju area pentas utama. Suasana semakin meriah dengan penampilan tarian budaya dan lagu-lagu daerah yang menggambarkan kekayaan seni budaya masyarakat Dayak di wilayah tersebut.

Baca Juga: Hong Myung-bo Mundur Usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia 2026, Presiden Sebut Pelatih Tak Cakap

Prosesi adat dilanjutkan dengan pembukaan tempayan tuak pemali yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, didampingi para tokoh adat. Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya pelaksanaan Gawai Entibab Ningkau Kandau Bedangkan. Setelah prosesi pembukaan, tuak pemali dibagikan sesuai tata cara adat yang berlaku sebagai bagian dari penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Bupati Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, dan masyarakat yang telah menjaga serta melestarikan budaya daerah.

 Menurutnya, gawai bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur atas berkat dan hasil usaha yang diperoleh, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menjaga identitas budaya masyarakat Dayak.

"Saya berharap generasi muda terus mencintai dan melestarikan adat istiadat sebagai warisan berharga yang dapat mendukung pembangunan daerah, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kapuas Hulu, " katanya.

Baca Juga: RedMagic Bikin Geger! Gaming Tablet 5 Pro Meluncur dengan Layar 185Hz dan Chip Monster Snapdragon Terbaru

Bupati mengatakan, pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan hidup sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ia mengajak semua pihak—tokoh adat, tokoh pendidikan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat—untuk terus menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya yang dimiliki.

“Mari kita jaga hutan, kita jaga sungai, kita rawat tanah leluhur. Budaya Dayak tidak bisa dilepaskan dari alam,” ucapnya. 

Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam mendukung pelestarian budaya melalui program-program pemberdayaan sanggar seni, penguatan komunitas adat, serta dokumentasi warisan budaya tak benda.  (fik)

Editor : Miftakhair
#Gawai Entibab Ningkau Kandau Bedangkan #Desa Nanga Dangkan #budaya Dayak #bupati kapuas hulu #fransiskus diaan