Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kapuas Hulu Bentuk Satgas Karhutla 2026, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

Taufik As • Rabu, 8 Juli 2026 | 08:52 WIB
RAPAT : Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar rapat koordinasi Penanganan Bencana dan Pembentukan Tim Komando Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan. (IST)
RAPAT : Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar rapat koordinasi Penanganan Bencana dan Pembentukan Tim Komando Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan. (IST)

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar rapat koordinasi Penanganan Bencana dan Pembentukan Tim Komando Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (6/7), di Ruang Rapat Bupati Kapuas Hulu. Rapat itu sebagai bentuk penguatan sinergi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun 2026.

Gunawan Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. Menurutnya, pembentukan Posko dan tim terpadu diharapkan mampu memberikan respons cepat terhadap setiap potensi bencana, khususnya Karhutla yang kerap meningkat saat musim kemarau, “Upaya yang kita kedepankan adalah langkah preemtif dan preventif.”

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Ambrosius Sadau menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Ia mengingatkan bahwa sebagian masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar saat musim kemarau, sehingga diperlukan edukasi dan pengawasan yang lebih intensif, “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan sinergi dari semua pihak ”.

Baca Juga: Pelaku Begal di Boyan Tanjung Kapuas Hulu Ditangkap di Pontianak

Kepala BMKG Putussibau Erik Handono memaparkan bahwa curah hujan diperkirakan mulai berkurang pada periode Juli hingga September 2026, ”Selain itu, cuaca panas diprediksi mulai terjadi pada 8 hingga 12 Juli 2026 sehingga seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api".

Sementara itu Komandan Batalyon TP 927/UK Letkol Jamrizal menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pemerintah daerah dalam penanganan bencana, termasuk mengusulkan latihan penanggulangan bencana secara berkala guna meningkatkan kemampuan dan koordinasi antarinstansi.

Polres Kapuas Hulu melalui Paur Subbag Kerma Bagops, Ipda Muchtarudin menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pembentukan Posko kesiapsiagaan Karhutla.

Baca Juga: Kasus DBD di Kapuas Hulu Capai 286 Orang, Putussibau Utara Tertinggi dan Satu Warga Meninggal

Berdasarkan data pemantauan aplikasi Lancang Kuning, jumlah titik hotspot di Kapuas Hulu menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1.389 titik hotspot, tahun 2025 sebanyak 907 titik, dan hingga Juni 2026 tercatat 305 titik hotspot.

Kodim 1206/Putussibau menegaskan kesiapan personel dan sarana pendukung, sementara Bandara Pangsuma Putussibau menyatakan siap mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran yang tersedia di lingkungan bandara apabila dibutuhkan dalam operasi pemadaman. Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kapuas Hulu akan memperkuat sosialisasi bahaya Karhutla melalui media massa dan media sosial. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Dinas Perhubungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, BKAD, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS), serta sejumlah perusahaan yang telah membentuk satuan tugas internal untuk penanganan Karhutla. (fik)

Editor : Miftakhair
#musim kemarau 2026 #Satgas Karhutla #Kapuas Hulu #karhutla #BPBD Kapuas Hulu