Bangunan Sudah Ada Tapi Dapur MBG di Kapuas Hulu Belum Beroperasi, BGN Buka Suara

Taufik As • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:43 WIB
Ilustrasi siswa SD yang sedang mengkonsumsi MBG.
Ilustrasi siswa SD yang sedang mengkonsumsi MBG.

PONTIANAK POST - Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, ada sebanyak 20 SPPG atau dapur MBG reguler di Kapuas Hulu belum bisa beroperasi.

Koordinator BGN Wilayah Kapuas Hulu, Sony Deviandi Putra menyampaikan, penyebab ada sebanyak 20 SPPG reguler di Kapuas Hulu dikarenakan portal hingga saat ini belum dibuka oleh pusat.

"Hingga saat ini masih menunggu pusat kapan akan membuka portal, sehingga pelaksanaan SPPG reguler akan difungsikan atau beroperasi," katanya, Kamis (30/7).

Baca Juga: Kepala BGN Tegaskan Dapur MBG Tak Penuhi Standar Akan Ditutup Setelah Diberi Kesempatan Perbaikan

Sony juga memastikan pelaksanaan MBG reguler di Kapuas Hulu, hingga saat ini sedang berjalan dengan aman dan kondusif. "Mudah-mudahan pusat mempercepat beroperasi SPPG reguler lainnya dan juga MBG 3T," ucapnya. 

Dapur MBG reguler di Kapuas Hulu, yang sudah beroperasi saat ini lebih banyak wilayah ibukota kabupaten (Putussibau), hingga sejumlah ibukota kecamatan.

Sementara itu Camat Selimbau, Ramli menyampaikan, di wilayahnya baru satu dapur MBG reguler yang kini sudah beroperasi. "Satu dapur MBG ini melayani sekolah yang ada di ibu kota kecamatan Selimbau, tergabung dalam empat desa," ujarnya.

Ramli juga memastikan, pelaksanaan MBG reguler di wilayahnya tersebut berjalan dengan lancar, dimana terus dilakukan evaluasi dalam tiga bulan sekali. "Terus saya pantau pelayanan MBG," ucapnya.

Baca Juga: Badan Gizi Nasional Evaluasi Titik Dapur MBG untuk Prioritaskan Daerah dengan Angka Stunting Tinggi

Sedangkan untuk MBG 3T di wilayah Kecamatan Selimbau, kata Ramli, hingga saat ini belum ada yang beroperasi, namun sudah ada sejumlah bangunannya di desa.

"MBG 3T yang sudah dibangun di wilayah Kecamatan Selimbau seperti, desa Piasak Hulu, Engkerengas,  Semalah, dan Vega," ujarnya.

Camat berharap, dengan adanya program MBG bisa menurunkan angka standing, serta membantu pertumbuhan gizi, dan meningkatkan penghasilan masyarakat terkait UMKM.

"Terpenting lagi adalah, menurun angka pengangguran serta kemiskinan masyarakat, dan meningkatkan gizi pada anak-anak usia dini serta meningkatkan IQ anak-anak pada saat ibu hamil," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
mbg 3t Kapuas Hulu BGN dapur MBG