Sudaryono Warisi PR Besar BGN, Janji Benahi Tata Kelola MBG

PONTIANAK POST – Sudaryono resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Rabu (22/7). Ia langsung dihadapkan pada pekerjaan besar membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan disorot akibat rentetan dugaan keracunan makanan, lemahnya pengawasan, hingga kritik terhadap sistem pengelolaannya.
Sudaryono menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden segera menunjuk pengganti karena pelaksanaan MBG tidak boleh terhenti.
"Perintah Bapak Presiden, kami semua diminta melakukan perbaikan menyeluruh di Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah dengan cakupan nasional. Hingga 24 Mei 2026, BGN mencatat program ini telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah mengalokasikan pagu anggaran Rp268 triliun pada APBN 2026, meski kemudian dilakukan efisiensi sebagai bagian dari pembenahan tata kelola tanpa mengurangi target layanan.
Ke depan, BGN menargetkan jumlah SPPG meningkat menjadi sekitar 35.000–40.000 unit untuk melayani 82,9 juta penerima manfaat. Ekspansi tersebut diharapkan dibarengi penguatan pengawasan, peningkatan kualitas layanan, dan transparansi pengelolaan anggaran.
Prioritaskan Transparansi
Sudaryono mengaku telah mengikuti pelaksanaan MBG sejak awal ketika menjabat Wakil Menteri Pertanian. Pengalamannya mengawal penyediaan beras, telur, daging ayam, dan komoditas pangan lain diyakini menjadi modal untuk memimpin BGN.
"Kalau ditanya soal MBG, saya tahu persis," ujarnya.
Usai dilantik, ia menegaskan pembenahan tata kelola menjadi prioritas utama, terutama dalam aspek transparansi.
"Yang tidak transparan harus dibuat transparan," tegasnya.



