PONTIANAK POST - Sudah puluhan tahun jembatan gantung di Desa Tanjung Jati Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu. Jembatan gantung tersebut kondisinya mulai membahayakan pengguna kendaraan bermotor. Dimana lantainya sudah banyak yang rusak, paku banyak yang lepas, hingga tali sleng bautnya mulai ada yang lepas.
Harapan masyarakat Desa Tanjung Jati kepada Pemerintah Daerah hingga Pusat menginginkan bagaiamana jembatan gantung tersebut diganti dengan jembatan beton yang lebih permanen.
"Harapan kita sebagai masyarakat kepada Pemerintah yakni kalau bisa jembatan gantung ini diganti dengan jembatan beton secara permanen, " kata Muhammadun Kadus Tanjung Harapan Desa Tanjung Jati, Rabu (5/8).
Baca Juga: Tiga Jembatan Armco Kodim 1204/Sanggau Rampung 100 Persen, Perkuat Akses Pedalaman dan Perbatasan
Muhammadun mengatakan, selama ini dengan adanya jembatan gantung yang lebarnya hanya 1,5 meter membuat masyarakat sulit beraktivitas secara leluasa. Dimana jembatan gantung ini hanya bisa dilalui kendaraan bermotor.
Makanya kita berharap ada jembatan beton yang dibangun supaya mobil juga melewatinya," ucapnya.
Ia juga mengatakan, bahwa dengan adanya jembatan gantung banyak hal yang menyulitkan masyarakat diantaranya sulit membawa orang sakit, membawa material ke desa juga susah, belum lagi masyarakat membawa potensi desa seperti kratom dan lainnya.
"Karena masyarakat terbebani dengan ongkos yang besar jika menggunakan motor, coba jika jembatan gantung ini lebar dan bisa dilalui mobil tentunya ongkos angkut tidak akan mahal," ungkapnya.
Lanjut Muhammadun, informasinya tahun ini jembatan gantung akan dilakukan renovasi, namun hanya diperbaiki lantainya saja.
"Kita tetap bersyukur ada perbaikan jembatan, tapi kita berharap jembatan gantung ini diganti dengan jembatan beton," harapnya.
Ditambahkan Hendriyansah Sekdes Tanjung Jati Kecamatan Putussibau Selatan menyampaikan, bahwa jembatan gantung ini sudah banyak yang rusak, mulai dari lantai, tali sleng dan lain-lain.
"Jembatan itu sudah mulai goyang. Kita harus hati-hati melewatinya," ucapnya.
Hendriyansah mengatakan, sudah saatnya jembatan gantung itu diganti dengan jembatan beton secara permanen mengingat jumlah penduduk desa Tanjung Jati juga sudah sangat ramai.
Kalau kita masih mengandalkan jembatan gantung ini sangat sulit. Contoh bawa orang sakit, bawa material ke desa dan lainnya. Banyak ongkos yang besar kita keluarkan karena jembatan gantung ini tidak bisa dilalui mobil karena sempit, " pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair