PONTIANAK POST - Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra mengingatkan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kapuas Hulu tidak melayani pengantre yang menggunakan mobil modifikasi atau mobil siluman. Mengingat saat ini kondisi BBM saat ini mengalami kelangkaan karena musim kemarau.
"Untuk kendaraan roda empat agar pengelola SPBU tidak melayani kendaraan yang menggunakan tanki modifikasi atau tidak sesuai dmehan spesifikasi. Jika masih dilakukan maka kita akan lakukan penindakan, " katanya, Kamis (20/8/2026).
Kapolres menyampaikan, berbicara BBM ini ada dua kegiatan yakni kegiatan di hulu dan di hilir. Makanya dari Pemda Kapuas Hulu, pertamina, stakeholder lainnya bersama pihaknya juga sudah melakukan pertemuan.
Baca Juga: BBM Langka di Putussibau, Harga Pertalite Eceran Melonjak hingga Rp25 Ribu
"Untuk kegiatan di hulu sekarang memang terkendala di masalah cuaca kemarau sehingga pengiriman BBM ini tidak bisa melalui jalur sungai karena pendangkalan. Kemudian ada juga kendala terkait distribusi transportasi di depo Kabupaten Sintang. Disana itu armadanya sedikit dan terbatas nya jumlah supir. Namun itu sudah teratasi, " kata Kapolres.
Sementara untuk kegiatan di hilirnya kata Kapolres, memang ketika dilihat untuk kuota BBM yang disuplai ke SPBU jumlahnya terbatas.
Sehingga untuk mengantisipasinya agar stok BBM ini tetap terjaga maka dilakukanlah penertiban.
"Makanya tanggal 18 Agustus 2026 kemarin dibentuk tim gabungan untuk pengawasan dan penertiban distribusi BBM. Disini itu melibatkan semua pihak, " ujarnya.
Pembentukan tim Satgas ini kata Kapolres tujuannya ingin memastikan bahwa ketersediaan BBM di hilir ini tepat sasaran. Makanya pada tanggal 19 Agustus 2006 sudah dilakukan tindakan pengawasan pengendalian distribusi BBM dan semua sektor berjalan
Baca Juga: Pengawasan BBM di Putussibau, Satgas Temukan Mobil dengan Tangki Siluman
"Kedepannya masyarakat kita bisa ikut andil dan mereka dapat menyampaikan keluhannya melalui tim gabungan ini karena otomatis banyak mata di masyarakat. Kita juga berharap dukungan dari masyarakat, " harapnya, Mantan Kapolres Boven Digoel mengungkapkan, jika di hulunya sudah berjalan dengan baik dan bisa dikendalikan maka di hilir perlu peran serta dari masyarakat.
"Kita sampaikan kebutuhan stok BBM sangat terbatas yang harus kita antisipasi. Karena Harapan kita penggunaan BBM baik subsidi dan non subsidi ini digunakan secara tepat sasaran karena kondisi sekarang BBM ini sangat dibutuhkan sekali, " ujarnya.
Lanjut Kapolres, jika bicara BBM yang beredar di masyarakat berpegang prinsip suply demand otomatis jika pasukan BBM itu sedikit tapi kebutuhannya tinggi otomatis harga ikut tinggi.
Kapolres juga menyinggung adanya dugaan penimbunan atau penyalahgunaan BBM di Kapuas Hulu, namun harus didalami sehingga dalam tim Satgas gabungan dilibatkan juga Kejaksaan hingga Batalyon.
"Semua pengendalian BBM ini diharapkan kedepannya bisa memastikan terlebih dahulu BBM yang terbatas ini itu tujuannya semua terpasok ke fungsinya yang sesuai, " pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif