“Belajar dari Rumah Bukan Libur!”, Kadis Dikbud Kapuas Hulu Sentil Guru Bolos

Taufik As • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:35 WIB
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi. (TAUFIK/PONTIANAK POST)
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi. (TAUFIK/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Pernyataan belajar dari rumah (BDR) bukan berarti libur ditegaskan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi.  Seiring diterapkannya kebijakan BDR akibat memburuknya kabut asap.

Dinas Pendidikan Kapuas Hulu menegaskan bahwa pengalihan tempat belajar ke rumah dilakukan demi menjaga kesehatan siswa dari polusi udara, namun proses belajar-mengajar secara daring (online) tetap berjalan penuh sesuai jadwal sekolah.  

"BDR bukan libur, tetapi untuk menjaga keselamatan anak," kata Petrus Kusnadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Rabu (2/9).

Baca Juga: Kabut Asap Pekat, Sekolah Pontianak Tetap Daring

Kusnadi mensinyalir ada beberapa guru tidak berada di tempat tugasnya dengan memanfaatkan BDR, dimana mereka meninggalkan tempat tugasnya selama BDR ini. 

"Guru tetap melakukan pendampingan belajar dengan menggunakan media apa saja. Guru inikan ASN yang masih wajib melaksanakan tugas," ujarnya. 

Kusnadi menjelaskan bahwa pihaknya kembali memperpanjang BDR ini selama 3 hari dari tangggal 2-5 September 2026. 

Maka dari itu ia mengingatkan kepada orang tua agar dapat mengontrol dan mengawasi anak-anaknya selama BDR ini.  "Jangan biarkan anak berada di luar rumah karena kualitas udara kita lagi tidak sehat," ujarnya. 

Baca Juga: Kabut Asap Sambas Makin Mengganggu, Sekolah Diliburkan dan Nelayan Akui Jarak Pandang Cuma 200 Meter

Kusnadi menjelaskan saat ini kebakaran lahan makin parah di Kapuas Hulu, dimana saat ini di beberapa kecamatan seperti Selimbau, Suhaid hingga Semitau potensi asapnya masih tinggi. Lanjut Kusnadi, BDR memang tidak efektif, kebijakan ini sama halnya ketika Covid-19 tahun lalu dimana anak-anak juga harus belajar menggunakan sistem jaringan. 

"Kita akui BDR tidak efektif bagi anak-anak seperti kasus Covid 19. Selain itu tidak semua daerah memiliki jaringan. Belum lagi permasalahan kuota. Mungkin BDR ini untuk wilayah kota masih efektif. Efektif atau tidak BDR ini untuk keselamatan," jelasnya. 

Untuk itu dirinya mengajak kepada seluruh sekolah untuk mendukung program pemerintah daerah agar tidak melakukan pembakaran dilingkungan sekolah. "Saya juga mengimbau kepada ASN dalam hal ini guru tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa dan tidak lupa menggunakan masker," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
guru bolos Disdikbud Kapuas Hulu kabut asap belajar dari rumah