Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kabut Asap, Akhirnya Sekolah Diliburkan

Administrator • Sabtu, 7 September 2019 | 09:05 WIB
KABUT ASAP: Beberapa hari ini kondisi kabut asap di Kayong Utara cukup tebal, seperti terlihat di Kota Sukadana, kemarin. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST
KABUT ASAP: Beberapa hari ini kondisi kabut asap di Kayong Utara cukup tebal, seperti terlihat di Kota Sukadana, kemarin. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST
SUKADANA – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan demi melihat kondisi udara dengan tebalnya kabut asap di wilayah Kabupaten Kayong Utara dan sekitarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Ismail tak memungkiri tebalnya kabut asap di Kayong Utara untuk saat ini. bahkan di sejumlah kecamatan, berdasarkan laporan yang diterimanya terbilang tebal seperti di Kecamatan Seponti dan Kecamatan Simng Hilir.

Ia menjelaskan bagian satuan pendidikan yang belum berdampak tetap diperkenankan melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Namun dia mengingatkan agar pelaksanaan aktivitas olahraga atau kegiatan lain yang biasanya dilaksanakan di luar ruangan, baru dilakukan sampai kondisi udara di wilayah satuan pendidikan tersebut kembali kondusif.

“Kemarin (5/9) lah yang terjadinya pekat sekali itu di daerah Seponti dan Simpang Hilir. Selain itu ada daerah-daerah tertentu juga. Untuk itu kami, Dinas Pendidikan Kayong Utara, mengambil kebijakan karena melihat kabut asap cukup tebal. Jadi kami mengambil inisiatif agar meliburkan sekolah,” jelasnya.

Berkenaan hal ini, pihaknya telah berkooridnasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) setempat. Sebab untuk kewenangan yang ada pada mereka hanya menyangkut satuan tingkat pendidikan mulai dari TK, PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta.

“Jadi kami mengeluarkan surat edaran, khususnya di daerah yang berdampak kabut. Jadi kami berikan kebijakan kepada masing-masing kepala sekolah, agar meliburkan sekolah melihat kondisi yang dialaminya. Ketika kondisinya bisa, silakan masuk sekolah. Namun ketika kondisi tidak memungkinkan, silakan untuk diliburkan,” pesan dia.

Saat ini berdasarkan laporan para kepala sekolah kepadanya, belum ada laporan mengenai siswa yang menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Ke depan mereka akan berkerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah. “Kepada kepala sekolah agar tidak sembarangan meliburkan, tentunya harus berdasarkan surat edaran,” pinta dia.

Pontianak Post mencoba mengkonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup Kayong Utara untuk mengetahui status udara di Kayong Utara. Namun berdasarkan informasi ternyata alat pendeteksi tersebut sedang rusak dan dalam proses perbaikan. (dan) Editor : Administrator
#Sukadana