"Sementara, berdasarkan ketarangan dan belum juga dapat dipastikan informasi tersebut, pada jam 02.00 dini hari dikarenakan diperjalanan mengalami cuaca buruk dan gelombang tinggi, tongkang terlepas dari tugboat dan terbalik dibawa arus gelombang laut yang tinggi, sedangkan tugboat sementara berupaya berlindung dari gelombang tinggi sambil menunggu cuaca kembali tenang," katanya di Sukadana, Jumat (11/2).
Namun dalam hal ini, dirinya belum juga dapat memastikan kebenaran pemilik tongkang tersebut, akan melakukan upaya pencegahan pencemaran dengan turun langsung ke Pulau Panebang, Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata.
"Hal ini juga telah terkonfirmasi ke pelaku usaha dimaksud dan beritikad baik untuk siap bertanggung jawab dalam melakukan upaya upaya dini mencegah pencemaran semakin meluas. Mereka akan bergerak ke pulau penebang, Kamis 11/2/2022 untuk melakukan upaya awal pencegahan pencemaran dan melihat kondisi lapangan," tambahnya.
Ia melanjutkan, berdasarkan keterangan sementara tongkang yang terbalik tersebut membawa kernel sawit dari Kalbar menuju Jambi pada 16 Januari 2022 kemarin.
"Berdasarkan keterangan pelaku usaha karamnya tongkang, diduga yang membawa kernel sawit (inti kelapa sawit) ini rencananya akan di bawa dari Kalbar ke Jambi melalui muara Kubu yang berangkat pada tanggal 16 Januari 2022," tambahnya.
Dalam hal ini, LH Kabupaten Kayong Utara akan segera menyampaikan laporan kondisi dan fakta lapangan terkait pencemaran laut ini, beserta hasil analisis laboratorium kepada dinas LHK Pemprov Kalbar untuk selanjutnya dapat mengambil langkah cepat dalam penanganan permasalahan pencemaran laut sebagaimana kewenangan yang berlaku.
"Kondisi saat ini perlu segera dilakukan isolasi/penyisihan lapisan minyak yang mengapung di perairan pesisir pulau penebang dengan teknologi yang tepat serta pembersihan limbah berupa suspensi yang berada di sekitar pantai,"imbuhnya. (dan) Editor : Syahriani Siregar