Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara Rahadi mengungkapkan, awal tahun 2023 di bulan Januari ini sampai bulan Maret mendatang masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
"Terkait prospek cuaca diawal tahun 2023 terutama pada bulan Januari sampai dengan Maret masih akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan diselingi dengan cuaca panas kemarau. Kalau melihat cuaca sebelumnya diakhir Desember 2022 hingga awal tahun baru 2023 cuaca memang mengarah ke kemarau, akan tetapi untuk minggu berikutnya hujan sudah turun kembali," ungkapnya di Sukadana, Selasa (9/1).
Dijelaskan dia untuk curah hujan dari tanggal 9 – 15 Januari dan untuk 9 – 12 cuaca didominasi hujan ringan hingga sedang. Itu semua, menurut dia, berdasarkan parkiran cuaca yang ada.
"Iya, untuk prospek cuaca mingguan dari tanggal 9 – 15 Januari 2023, untuk empat hari ke depan 9 – 12 cuaca didominasi hujan ringan hingga sedang. Sedangkan untuk tiga hari berikutnya 13 – 15 diprakirakan tidak seperti biasa diawal tahun sebelumnya," kata dia.
Dalam hal ini, BPBD Kayong Utara telah siap siaga bencana jika terjadinya sesuatu akibat terjadinya hujan ini. Di antaranya dengan membuat status siaga bencana batingsor (banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor).
"Kita sudah menyusun draf SK status siaga bencana batingsor (banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor) yang selanjutnya akan ditetapkan pemerintah daerah, melihat kondisi perkembangan cuaca selanjutnya," kata dia. "Dalam hal ini masyarakat kita minta selalu waspada sesuai imbauan akan bahaya bencana batingsor pada setiap wilayah yang beresiko terhadap bencana tersebut," lanjut dia.
Selanjutnya dalam upaya menciptakan keselamatan bagi penumpang pengguna moda transportasi sungai atau laut, baik klotok maupun speedboat, diharapkan dia, agar dapat waspada dengan kondisi cuaca seperti ini. "Kami dari BPBD Kayong Utara mengimbau agar selalu waspada terhadap cuaca hujan dan angin serta gelombang tinggi. Melengkapi dengan pelampung atau jaket keselamatan pada setiap angkutan air," imbuhnya.
Selanjutnya tetap memperhatikan kuantitas atau jumlah penumpang atau barang agar sesuai dengan jumlah yang diperuntukan pada setiap transportasi agar tidak terjadi kelebihan kapasitas. "Segera melaporkan apabila ada kejadian laka air, kepada petugas terdekat," pesannya. (dan) Editor : Misbahul Munir S