Mereka diajak untuk menyalurkan dana tanggung jawab social perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dalam upaya perbaikan tersebut.
Hal tersebut ditekankan Romi saat membuka Sosialisasi Peraturan Bupati Kayong Utara Nomor 36 Tahun 2023 dan Program Prioritas, serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Kayong Utara Tahun 2025 di Ruang Rapat Bapeda Litbang, Senin (18/3).
Romi menjelaskan permohonan dana CSR ini merupakan langkah cepat untuk mengatasi sementara ruas jalan yang rusak, sambil menunggu proses pengerjaan oleh Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat.
"Karena memang situasi saat ini yang dihadapi adalah kondisi jalan kita yang rusak dan mengingat ruas jalan tersebut merupakan satu satunya akses mobilitas masyarakat, untuk itu harus disegerakan," terangnya.
Dalam acara tersebut Romi juga mendorong sinergi dan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah melalui program TJSLP.
"Seperti yang selalu saya sampaikan di setiap forum bahwa Kayong Utara milik kita bersama, bahwa kita semua bertanggung jawab dan iktiar kita bersama untuk Kayong Utara yang lebih baik," ungkapnya.
Di tempat yang sama Pelaksanatugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kayong Utara Budi Utomo menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan penangan fungsional, untuk sejumlah ruas jalan yang rusak di sepanjang jalan Sukadana – Teluk Batang.
"Berdasarkan perhitngan kami di lapangan ada 13 titik dan kami sudah mengitung volume material per lobang dengan menggunakan batu balok dan batu LTB," tambahnya.
Sebelumnya Penjabat (Pj) Bupati Kayong Utara Romi Wijaya telah bertandang ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melaporkan keluhan warga terkait penanganan ruas jalan Teluk Batang – Sukadana. Didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kayong Utara dan Camat Simpang Hilir, Pj. Bupati disambut Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalbar Iskandar Zulkarnain di ruanga kerjanya, Jumat (8/3).
Dalam kunjungannya, Pj. Bupati mempertanyakan progress pelaksanaan perbaikan ruas jalan Teluk Batang – Sukadana, mengingat kondisinya saat ini yang sudah mengalami kerusakan parah.
"Masyarakat sudah banyak mengeluh, tentang kondisi jalan saat ini. Mengingat jalan tersebut satu-satunya akses untuk mereka beraktivitas," terangnya
Untuk itu, Romi menegaskan, perlu ada kejelasan dari Dinas PUPR Provinsi Kalbar terkait waktu pelaksanaan pembangunan dan pola pembiayaan, pelaksanaan, dan menentukkan spot-spot prioritas pembangunan.
"Kita membawa data terkait kondisi jalan saat ini sebagai bahan pertimbangan PUPR Provinsi untuk menentukan titik perbaikan jalan, dan kita juga memberikan masukan yang mana menjadi prioritas," ungkapnya.
Mengingat kehadiran Ramadan dan Idulfitri, Romi juga mempertimbangkan bahwa akan meningkatnya aktivitas pengguna ruas jalan Teluk Batang – Sukadana, yang bisa saja membahayakan pengguna jalan.
"Kita di sini duduk bersama mencari solusi untuk masyarakat yang harapannya ada tindakan, setidaknya menutupi sementara jalan yang rusak tersebut," pintanya.
Kondisi cuaca dan kendaraan barang yang melebihi tonase, diakui dia, menjadi sebab cepatnya kerusakan ruas jalan Teluk Batang – Sukadana. Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalbar Iskandar Zulkarnain, Sebab fenomena alam tersebut, diakui dia, mempercepat kerusakan baru.
"Kami selalu memonitor perkembangan di lapangan termasuk di Kabupaten Kayong Utara, setelah pembangunan ruas jalan Siduk hingga Teluk Batang tahun anggaran 2023 lalu, kami telah memetakan yang mana yang akan kami lanjutkan pembangunannya, kerusakan saat ini memang diluar prediksi kami yang kami kira tidak dalam waktu dekat ini," tuturnya.
Tentunya Pemerintah Provinsi dipastikan dia, tidak mendiamkan hal tersebut. Zulkarnain memastikan bahwa mereka akan mengelontorkan dana Rp20 miliar, untuk ruas Jalan Teluk Batang – Sukadana, dan berusaha mempercepat prosesnya.
"Karena memang kita juga berada di dalam pemerintahan yang harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan, maka kita harus jalankan juga. Tapi kita duduk disini untuk mencari solusi bersama," tambahnya.
Kemudian dia juga berjanji akan berusaha mencari cara, agar permasalahan jalan di Kabupaten Kayong Utara tuntas 100 persen, sehingga masyarakat dapat menikmati jalan yang mulus.
"Saya akan terus berkoordinasi dan mencari masukan dengan semua pihak, kepada Pj. Gubernur dan Balai Pelaksana Jalan Nasional untu mendapatkan Inpres Jalan," tutupnya. (dan/Prokopim)
Editor : A'an