Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Soal Robohnya Bangunan Fondasi Jembatan Durian Sebatang, Belum Ada Tindak Lanjut

A'an • Senin, 25 Maret 2024 | 13:11 WIB
ROBOH: Kondisi robohnya bagian jembatan gantung di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, yang dibangun pada 2022 lalu.
ROBOH: Kondisi robohnya bagian jembatan gantung di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, yang dibangun pada 2022 lalu.

SEPONTI - Buntut robohnya salah satu bagian fondasi penghubung jembatan gantung di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, pihak kepolisian pada Minggu (3/3) turun melakukan pemeriksaan.

Namun mengenai hal tersebut Pontianak Post mencoba menguhungi Polda Kalbar, namun hingga saat ini belum menerima kejelasan.

Sebelumnya, diketahui jembatan tersebut menelan anggaran hingga Rp5,5 miliar lebih dari APBN tahun anggaran 2021 ini baru selesai dibangun di tahun 2022. Robohnya pondasi tersebut membuat masyarakat tidak dapat melintasi lantaran takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Masalahnya jembatan itu adalah akses darat satu - satunya bagi warga dari Dusun Wonodadi, Sumber Jaya, dan Sumber Baru menuju ke Dusun Punai Jaya. Sebelumnya masyarakat menggunakan perahu atau motor air untuk menyebrang.

Ketua DPRD Kayong Utara Sarnawi saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sebelum terjadi robohnya pondasi jembatan gantung tersebut, dirinya sudah meninjau secara langsung pekerjaan yang dilaksanakan PT Ananda Anabanua sebagai pemenang proyek tersebut.

Bahkan dirinya sudah mengingatkan kepada pihak pelaksana untuk segera memperbaiki kerusakan jembatan gantung tersebut, karena saat itu diakui Sarnawi, pihak pelasana masih dalam proses perawatan.

"Dari dulu kita sudah memperingati dan memberi tahu terkait pembangungan jembatan ini. Dari awal sudah salah kontruksinya. Pihak kontraktor mengatakan akan di perbaiki karena masa pemeliharaan. Ya jawabannya akan diperbaiki karena masih dalam waktu pemeliharaan. Buktinya saat ini roboh," tandas Sarnawi.

Sementara, Kondisi tersebut menuai kritikan dari salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Seponti Jaya, Syaeful Hartadin, ia meminta hal itu dapat menjadi pembelajaran dalam perencanaan pembangunan pemerintah kedepannya.

"Kita selalu menitik beratkan di pengawasan, tetapi kita lemah di perencanaan. Padahal yang paling penting di perencanaan. Karena di daerah kita ini, terutama di Seponti Durian Sebatang itu struktur tanahnya kan tanah gambut, tidak asal bangun," jelas pria yang kerap disapa Ipung tersebut.

Ia lantas menyarankan Pemerintah terkait dapat melakukan perencanaan yang matang sebelum memulai sebuah pembangunan yang biasanya menelan anggaran yang tidak sedikit.

"Mungkin ketika kawan-kawan pemerintah baik daerah, provinsi, atau pusat, ingin memiliki sebuah pembangunan, mohon dikaji dulu secara matang, bangunan apa yang kira-kira cocok, spesifikasinya gimana, kan kita banyak tu sarjana-sarjana teknik, tidak asal buat, tidak asal copy paste," tandasnya.

Ia juga sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena diketahui Jembatan Gantung Durian Sebatang, merupakan akses satu-satunya yang dibangun pemerintah sebagai penghubung masyarakat dari paket sebelas, ke desa induknya, Durian Sebatang.

"Urgen sekali untuk diperbaiki, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, cepat tanggap lah kalau bisa untuk memperbaikinya," imbuhnya. (dan)

Editor : A'an
#Desa Durian Sebatang #kayong utara #fondasi jembatan ambrol #roboh