SUKADANA - Jembatan Gantung di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat yang menelan anggaran Rp5,5 Miliar pada 2021 lalu, kini telah mengalami kerusakan. Hal tersebut dinilai sangat membahayakan warga yang melintas.
Pebangunan jembatan tersebut menggunakan biaya APBN sebesar Rp5,5 milar Tahun Anggaran 2021 lalu, melalui Balai Jalan Nasional Wilayah I Kementerian PUPR Provinsi Kalimantan Barat, oleh PT Ananda Anabanua.
Mengenai hal ini, Ketua BPD Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kayong Utara, kondisi jembatan ini sangat memprihatinkan dan sudah kelihatan miring, hingga saat ini belum ada perbaikan.
"Jembatan sudah kelihatan miring, bahkan ambruknya oprit jembatan dari kemarin sampai sekarang ini belum ada penangannya," kata Ketua BPD Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Jumat (13/9).
Ia berharap kepada pihak yang berwenang, khususnya pemerintah pusat, agar rusaknya beberapa bagian dari jembatan gantung yang bersumber dari dana APBN melalui aspirasi Boyman Harun dan menelan anggaran sebesar 5,5 milyar tahun anggaran 2021 - 2022 tersebut, dapat segera diperbaiki, mengingat sampai saat ini jembatan tersebut, merupakan akses satu-satunya masyarakat setempat untuk menyebrang.
"Semoga saja permasalahan jembatan gantung yang rusak ini juga dapat terselesaikan dengan baik, sehingga arus perekonomian dan pendidikan bisa dapat berjalan dengan baik,"terangnya. (dan)
Editor : Miftahul Khair