SUKADANA - Almarhum Hermanus Lay Tjun, bapak kandung dari petinju dan senator Daud Yordan dimakamkan pada Jumat (29/11) siang di kampung halaman, Kecamatan Simpang 2, Kabupaten Ketapang.
Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Dokter Sudarso Pontianak. Jenazah almarhum dimakamkan di kampung halaman, Kecamatan Simpang 2, Kabupaten Ketapang, pada Rabu (27/11) lalu.
Hermanus Lay Tjun lahir di Simpang 2 pada 26 Juni 1944 dan menikah dengan seorang gadis bernama Natalia Sanun. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai enam orang anak dan 13 cucu. Anak pertama almarhum, Damianus Yordan, adalah mantan petinju nasional. Anak-anak lainnya adalah Yason Kenedi, Petrus Burhan Yordan, Lukas Suhardi, Daud Yordan, dan Yohanes Yordan. Hampir seluruh anak Hermanus Lay Tjun merupakan petinju, namun hanya Daud Yordan yang berhasil meraih gelar juara dunia, sementara Damianus Yordan hanya mencapai gelar juara nasional.
Kondisi kesehatan almarhum mulai menurun sejak sebulan terakhir akibat penyakit diabetes. Pihak keluarga sudah berupaya semaksimal mungkin untuk kesembuhannya, termasuk dengan membawa almarhum ke rumah sakit. Namun, keputusan berada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Hermanus Lay Tjun menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Dokter Sudarso Pontianak pada Rabu, 27 November 2024, sekitar pukul 15.00 WIB.
Daud Yordan, merasa kehilangan yang mendalam atas kepergian ayahanda tercinta. Kesedihan tak terbendung ketika mendengar kabar bahwa ayahanda telah meninggal dunia.
"Tentu sedih, ya. Kita sebagai anak ditinggalkan orang tua. Almarhum setahu saya adalah seorang pejuang. Beliau selalu berpikir bagaimana agar anak-anaknya bisa hidup sukses," ujar Daud Yordan, Jumat (29/11).
Daud Yordan juga memohon doa dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. "Kami keluarga sudah ikhlas, meskipun kami kehilangan sosok bapak pejuang. Mohon doanya agar beliau tenang bersama Tuhan," ajaknya. (dan)
Editor : A'an