PONTIANAK POST - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Rabu (19/3). Pada tahap pertama ini baru sebanyak 494 siswa dari tiga sekolah menerima manfaat program tersebut, yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak di usia sekolah, sesuai dengan Program Presiden dan Wakil Presiden indonesia, Prabowo dan Gibran rakabuming raka.
"Untuk hari ini kita targetkan ada di tiga sekolah, dan sebanyak 494 orang siswa penerima manfaat MBG di tahap permulaan ini, Kalau menu hari ini kita beri makanan kering, sereal, susu, buah, dan pengganti kalori, yang bisa memenuhi gizi anak itu sendiri, " ucap Kepala SPPG Kecamatan Sukadana, Roni Setiawan
Sementara itu rincian, penerima manfaat ditahap awal ini terdiri dari 32 siswa TK Pertiwi, 330 siswa SDN 2 Sukadana, dan 116 siswa SDN 3 Sukadana. Program MBG ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar para siswa melalui suplai makanan bergizi yang diberikan secara rutin. "Target kita sendiri itu ada 3000an penerima manfaat, untuk semua siswa di kecamatan Sukadana ini, cuma, mengingat aturan dari pusat itu bahwa satu dapur itu bisa total meng cover 3500 siswa , jadi semoga saja pusat menurunkan lagi SPPG untuk kecamatan Sukadana, " ungkapnya
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Efrizal Fariandi, yang juga hadir di dalam launching tersebut menjelaskan, tentang kebutuhan energi tubuh perharinya sehingga dapat beraktivitas secara maksimal. "Biasanya Standar untuk Kebutuhan gizi, makan siang, diharapkan dapat memenuhi 30% dari kebutuhan gizi harian, kalau anak sekolah itu, sekitar 600 - 700 kalori, Harapannya memang untuk pemberian MBG ini , menu yang disajikan ke anak sekolah itu, menunya bisa menghasilkan 600-700 kalori, " paparnya.
" Untuk memenuhi kebutuhan kalori harian itu, menunya terdiri dari, Karbohidrat 70% dari porsi makanan yang di sajikan, 11-20% protein, baik hewani dan nabati, kemudian sisanya baru Lemak, bisa ditambah sayur atau Buah, sebagai penambah vitamin dan mineral, " sambung pria kelahiran Kabupaten Mempawah ini.
Ia lantas menjelaskan Secara teori, bahwa untuk anak itu beraktivitas , memang memerlukan energi, untuk mendapatkan energi tersebut, diperlukanlah makanan yang bisa memenuhi gizi harian, dan anak yang terpenuhi gizi harian akan mampu beraktivitas secara maksimal baik itu secara akademik dan non akademik. (dan)
Editor : A'an