Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Roda Ekonomi Kayong Utara Masih Bergantung APBD, Warga Keluhkan Daya Beli yang Rendah

Danang Prasetyo • Rabu, 23 April 2025 | 13:55 WIB
ILUSTRASI PASAR
ILUSTRASI PASAR

PONTIANAK POST - Roda perekonomian di Kabupaten Kayong Utara hingga kini masih bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sejumlah warga mengaku, daya beli masyarakat cenderung rendah terutama di awal tahun dan biasanya berlangsung hingga pertengahan tahun. "Kalau bulan-bulan begini susah. Bisa makan dan ngopi saja sudah bersyukur. Ekonomi sedang sulit," ungkap Adnan, salah seorang warga, Selasa (22/4). 

Minimnya lapangan kerja disebut menjadi salah satu penyebab rendahnya pendapatan dan daya beli masyarakat. Hal ini turut disoroti oleh Anggota DPRD Kayong Utara, Anshari. "Pemkab saat ini masih melakukan penyesuaian terhadap program-program akibat refokusing anggaran. Beberapa kegiatan mengalami pergeseran," ujarnya.

Sementara Anshari menambahkan, ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap sektor pertanian dan perikanan juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat belum banyak sektor lain yang berkembang.

“Lapangan kerja masih terbatas. Perekonomian kita masih sangat bergantung pada APBD dan APBDes. Mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah petani dan nelayan,” jelasnya. Menurutnya, investasi menjadi solusi penting untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Ia berharap proyek investasi di Pulau Penebang segera terealisasi dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. “Pulau Penebang bisa menjadi solusi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penyerapan tenaga kerja,” tutupnya.  (dan)

Editor : Hanif
#roda perekonomian #Ekonomi #apbd #daya beli masyarakat #kayong utara #Refokusing #apbdes