PONTIANAK POST - Suhartono, pengecer pupuk bersubsidi di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, angkat suara menanggapi isu yang menyebut dirinya menjual pupuk melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menanggapi tuduhan tersebut, Suhartono secara tegas membantah dan memberikan klarifikasi menyeluruh. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan HET yang telah ditentukan pemerintah, selama pupuk diambil langsung di kios miliknya.
Menurutnya, jika terdapat biaya tambahan, hal itu bukan karena markup harga, melainkan sebagai ongkos pengantaran pupuk ke lokasi petani yang telah disepakati bersama.
“Saya melayani distribusi pupuk untuk sembilan desa, dari Riam Berasap sampai Pulau Kumbang. Kalau ada biaya tambahan, itu untuk ongkos kirim dan sudah disetujui bersama petani. Sementara untuk desa terdekat seperti Sedahan Jaya, umumnya petani mengambil sendiri ke kios dan tetap membayar sesuai HET tanpa tambahan apa pun,” jelas Suhartono.
Ia juga menambahkan bahwa pelayanan antar pupuk melibatkan biaya operasional tambahan, seperti membayar tenaga pengantar dan bahan bakar kendaraan.
“Saya menggaji orang untuk mengantar pupuk dan menanggung biaya BBM jika menggunakan mobil pick up,” tambahnya.
Lebih lanjut, Suhartono mengungkapkan bahwa dari segi keuntungan usaha, bisnis pupuk bersubsidi ini tidak begitu menguntungkan. Bahkan, banyak petani yang baru bisa melunasi pembayaran setelah masa panen.
“Masih ada yang belum bisa bayar sampai sekarang. Tapi karena tujuan saya membantu petani, usaha ini tetap saya jalankan,” ujarnya. Suhartono sendiri telah menjalankan usaha ini selama lebih dari sepuluh tahun.
Pernyataan Suhartono turut diperkuat oleh Ketua Kelompok Tani Bina Masyarakat (BIMA), Hadis, yang menyatakan bahwa distribusi pupuk oleh Suhartono sangat membantu dan tidak pernah menimbulkan kelangkaan.
“Kami sering membeli pupuk dari Pak Suhartono, bahkan kadang berutang dulu dan baru bayar setelah panen. Tapi beliau tetap melayani dengan baik, dan harga tidak pernah jadi masalah,” kata Hadis.
Dengan penjelasan ini, Suhartono berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh isu yang tidak benar, serta terus menjaga kepercayaan yang telah terbangun selama ini. (dan)
Editor : Hanif