Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Romi Apresiasi 40 Tahun Kiprah Stasiun Riset Cabang Panti

Danang Prasetyo • Selasa, 24 Juni 2025 | 23:59 WIB
SRCP: Peringatan 40 tahun berdirinya Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) menjadi pusat penelitian ekologi dan konservasi, di kawasan Taman Nasional, Sukadana, Pendopo Bupati Kayong Utara, Selasa (24/06)
SRCP: Peringatan 40 tahun berdirinya Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) menjadi pusat penelitian ekologi dan konservasi, di kawasan Taman Nasional, Sukadana, Pendopo Bupati Kayong Utara, Selasa (24/06)

PONTIANAK POST - Bupati Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat Romi Wijaya , mengapresiasi kontribusi nyata diberikan oleh para peneliti dan seluruh pengelola Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP), dalam menjaga warisan ekologis Kayong Utara.

“Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Balai Taman Nasional Gunung Palung dan Yayasan Palung, secara konsisten dan kolaboratif mengelola Stasiun Riset Cabang Panti. Konservasi bukan hanya tentang menjaga hutan. Tetapi menjaga masa depan generasi melalui ilmu pengetahuan," terang Romi, pada Peringatan 40 tahun berdirinya Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) menjadi pusat penelitian ekologi dan konservasi di kawasan Taman Nasional, di Pendopo Bupati Kayong Utara, Selasa (24/06/2025), dilanjutkan Talkshow GP 40 dengan "40 Tahun Bersama Alam: Harmoni Riset dan Konservasi.

Romi menambahkan, kontribusi nyata diberikan para peneliti dan seluruh pengelola Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) Kabupaten Kayong Utara di kancah nasional, bahkan internasional, membawa nama baik daerah ini.

"Ini telah menempatkan wilayah kita sebagai pusat studi penting bagi para ilmuwan dari berbagai belahan dunia, dan telah membawa nama baik Kabupaten Kayong Utara di kancah nasional, bahkan internasional," tambahnya.

Ia menegaskan, eksistensi stasiun riset yang berkelanjutan sejalan dengan visi Kabupaten Kayong Utara yang religius, sehat,cerdas, dan sejahtera, di mana pembangunan dilakukan tanpa mengorbankan lingkungan.

“Kayong Utara adalah rumah dari keanekaragaman hayati luar biasa. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung aktivitas ilmiah yang sejalan dengan upaya pelestarian. Ini bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tugas kita bersama,” tegasnya.

Sedangkan program penelitian dilakukan di stasiun ini telah membantu mengungkap dinamika ekologi hutan hujan, pola perilaku satwa liar, serta dampak perubahan lingkungan terhadap keanekaragaman hayati.

Tidak hanya itu, berbagai penelitian jangka panjang di stasiun ini telah memberikan wawasan mendalam mengenai peran hutan hujan dalam mitigasi perubahan iklim serta hubungan kompleks antara spesies yang hidup di dalamnya.

Senada Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) Prawono Meruanto menjelaskan, peringatan 40 tahun Stasiun Riset Cabang Panti ini, menjadi momentum penting merefleksikan pencapaian yang telah diraih serta merumuskan strategi kolaboratif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan riset di masa depan.

"Empat dekade perjalanan ini adalah bukti nyata bahwa riset dapat menjadi ujung tombak dalam melindungi keanekaragaman hayati. Khususnya Orangutan dan spesies endemic lainnya yang berada di kawasan Taman Nasional,”tambahnya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat komitmen semua pihak dalam melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang," sambungnya.

Direktur Riset Yayasan Palung Tri Wahyu Susanto menjelaskan, Yayasan palung, selain melakukan program riset, pihaknya juga mengadakan program hutan desa, yaitu bersama masyarakat,menyelamatkan hutan yang berada di wilayah Simpang Hilir dan bekerjasama dengan KPH.

"Kita juga ada program pendidikan lingkungan, yaitu kita ke sekolah-sekolah untuk memberikan pendidikan lingkungan ke generasi muda, maupun kepada masyarakat, dan juga program mata pencaharian berkelanjutan, yang mana kita mengangkat potensi-potensi di sekitar, sebagai pendapatan alternatif bagimasyarakat, dan juga ada program penyelamatan satwa di Simpang Hilir, umumnya di Kayong Utara, yaitu terkait konflik Orang Hutan.

“Kemudian ada program beasiswa peduli orangutan, kurang lebih ada 70 siswa di sekolahkan di Universitas Tanjungpura, baik dari Kayong Utara, maupun dari Kabupaten Ketapang," terangnya.

Selain talk show, peringatan ini juga dirangkaikan dengan kunjungan khusus ke Stasiun Riset Cabang Panti oleh alumni peneliti. Selama Kunjungan, para alumni berbagi pengalaman, meninjau perkembangan terbaru stasiun riset, serta merancang strategi keberlanjutan penelitian dan konservasi.

“Kegiatan kali ini juga dihadiri akademisi, para peneliti, serta tokoh-tokoh lingkungan. Baik domestik dan mancanegara. Diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memotivasi lebih banyak kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung kelestarian lingkungan,”terangnya.

Selanjutnya untuk diketahui, dalam Pengelolaan Stasiun Riset Cabang Panti dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung(TANAGUPA) dan bekerjasama dengan Yayasan Palung(YP) / Gunung Palung Orangutan Conservation Program (GPOCP). (dan)

Editor : Hanif
#bupati kayong utara #kayong utara #Romi Wijaya #riset #konservasi #warisan #SRCP #ekologis