PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kembali menggelar operasi pasar sebagai langkah nyata menekan laju inflasi di daerah. Kegiatan berlangsung di Pasar Daerah Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, kemarin, dan semua barang ludes sekitar pukul 09.00 WIB. Operasi pasar itu menjadi bagian dari program pengendalian inflasi berkelanjutan yang rutin dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat sejak tahun 2023.
Fasilitator Perdagangan Provinsi Kalbar, Helmi, mengatakan pihaknya menyiapkan total seribu paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir.
“Untuk Sukadana kami siapkan lima ton beras, satu ton gula, dan satu ton minyak goreng. Kalau dipaketkan, jumlahnya seribu paket. Harga per paketnya Rp 90 ribu,” ujar Helmi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan akan terus berlanjut di berbagai titik lain di Kalimantan Barat, seperti Pontianak, Sintang, Ketapang, dan Sanggau.
“Program ini berkelanjutan, bukan hanya sekali. Setiap kabupaten akan mendapatkan giliran secara bertahap,” tambahnya.
Helmi juga menyebutkan pelaksanaan operasi pasar merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan Dinas Perdagangan kabupaten/kota yang menyiapkan lokasi kegiatan.
“Khusus untuk tempat pelaksanaan, kami koordinasi dengan dinas perdagangan setempat. Mereka yang menentukan titiknya,” ujarnya.
Adapun harga kebutuhan pokok yang dijual pada operasi pasar tersebut yakni beras 5 kilogram seharga Rp 60 ribu, minyak goreng Tawon 1 liter Rp 16 ribu, dan gula pasir Gulavit 1 kilogram Rp 14 ribu. Adapun melalui kegiatan ini, Helmi berharap dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga menjelang akhir tahun. (dan)
Editor : Hanif