PONTIANAK POST - Direktur RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I, Kasianus, S.Tr.Kep, mengatakan ketersediaan stok darah di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, masih menjadi perhatian. Untuk saat ini kata dia, jumlah stok darah di rumah sakit tersebut tercatat sekitar 60 kantong darah.
Menurut dia, pemenuhan stok darah masih mengalami kendala, salah satunya karena keluarga pasien jarang bersedia menjadi pendonor.
"Untuk stok itu kita masih terkendala, keluarga pasiennya yang jarang mau donor. Jadi memang kita harapkan orang lain untuk mencukupi kebutuhan darah ini," ujar Kasianus, Senin (15/12).
Ia menambahkan, rumah sakit hingga kini masih sering mengandalkan kegiatan donor darah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan medis dengan berkerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
"Iya, kita melaksanakan donor darah rutin kerja sama dengan PMI," katanya.
Kasianus menyebutkan, selain bekerja sama dengan PMI, RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I juga memiliki pendonor aktif yang sebagian besar berasal dari unsur kepolisian.
Menurutnya, donor darah memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit, terutama untuk kondisi darurat.
"Sebenarnya dengan manfaat donor darah ini kita juga membantu masyarakat kita, terutama rumah sakit, untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya darurat," jelas Kasianus.
Kasianus menambahkan, donor darah juga bermanfaat bagi pendonor karena membantu proses pergantian sel darah dalam tubuh sehingga baik untuk kesehatan.
Baca Juga: Banjir Rob Melanda Kayong Utara, Ruas Jalan Teluk Melano - Sukadana Tergenang
"Bagus untuk masyarakat itu sendiri, dengan adanya donor dan ada pergantian sel darahnya," katanya.
Kasianus juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kayong Utara untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah guna membantu ketersediaan stok darah di rumah sakit. (dan)
Editor : Hanif