PONTIANAK POST - Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat. Jumlah ruas jalan kabupaten, khususnya di wilayah Teluk Batang hingga Seponti, masih mengalami kerusakan parah.
Kondisi tersebut kerap dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat sehari-hari. Menanggapi keluhan warga tersebut, Amru mengatakan bahwa pemerintah daerah menghadapi kondisi fiskal yang cukup berat pada tahun 2026. Menurutnya, pembangunan infrastruktur sangat bergantung pada ketersediaan pendapatan daerah, sementara saat ini anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk membiayai pembangunan secara maksimal.
"Kalau kita bicara membangun, pasti bicara anggaran. Dalam APBD yang dibahas pertama itu pendapatan. Ketika pendapatan sudah tersedia, barulah kita membicarakan pengeluaran dan pembangunan," jelas Amru, kemarin.
Apa lagi lanjut dia, kondisi pendapatan yang terbatas, pemerintah daerah tidak dapat memaksakan pembangunan. Situasi ini diperberat oleh kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemangkasan dan pengurangan anggaran, sehingga ruang gerak daerah dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur menjadi semakin terbatas.
Amru menambahkan, kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemangkasan dan pengurangan anggaran harus diikuti oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari struktur hierarki pemerintahan.
"Kita ini dalam struktur hierarki pemerintahan, komitmen kita untuk tegak lurus, Itu harus kita jaga," ujarnya.
Amru menilai kondisi keterbatasan anggaran ini juga dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat, terutama dalam menangani persoalan infrastruktur skala kecil dan permasalahan lingkungan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dan tidak seluruh persoalan harus selalu bergantung pada pemerintah daerah.
"Saya berharap di tengah situasi yang memang sulit ini, budaya gotong royong bisa tumbuh kembali. Kalau masyarakat hanya mengharapkan dari pemerintah, saya yakin kondisi tidak akan banyak berubah. Karena itu, saya ingin ada partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri untuk mengatasi persoalan, minimal di lingkungannya masing-masing," tegasnya.
Ia mencontohkan kegiatan sederhana seperti membersihkan parit dan lingkungan yang dapat dilakukan secara gotong royong tanpa harus menunggu program pemerintah. Amru berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai keterbatasan, sembari pemerintah daerah tetap berkomitmen meningkatkan layanan publik dan berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat. (dan)
Editor : Hanif