Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mayoritas Siswa SMKN 1 Sukadana Ngekos, Sekolah Usulkan Asrama ke Gubernur Kalbar

Danang Prasetyo • Sabtu, 18 April 2026 | 13:59 WIB
 Kunjungan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan ke SMKN 1 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. (ISTIMEWA)
Kunjungan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan ke SMKN 1 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Kunjungan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan ke SMKN 1 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Jumat 10 April 2026 kemarin,  dimanfaatkan pihak sekolah untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak demi menunjang kualitas pendidikan.

‎Kepala SMKN 1 Sukadana, Tulus, mengungkapkan ada tiga poin utama yang disampaikan langsung kepada gubernur, yakni pembangunan asrama siswa, rumah dinas guru, serta pagar sekolah untuk menunjang keamanan. ‎Ia menjelaskan, jumlah siswa di SMKN 1 Sukadana saat ini cukup besar, mencapai sekitar 630 orang, dengan mayoritas berasal dari luar daerah Sukadana.

‎"Ada tiga poin yang saya sampaikan kepada Pak Gubernur tadi. Pertama, karena siswa kita cukup ramai, sekarang sekitar 630 dan sebagian besar itu berasal dari luar Sukadana. Sekitar 60 persen dari luar," ujarnya.

‎Ia menjelaskan, para siswa tersebut datang dari berbagai wilayah seperti Sandai, Laur, Kepulauan, hingga Seponti, yang jaraknya cukup jauh dari Sukadana. Kondisi itu membuat sebagian besar siswa harus tinggal di rumah kos selama masa pendidikan, yang tentu membutuhkan biaya tambahan bagi keluarga.

Baca Juga: Wabup Kayong Utara Ingatkan Pentingnya Moderasi dan Kerukunan dalam Muscab PKB

‎Menurut Tulus, pembangunan asrama siswa sebenarnya sempat masuk dalam rencana anggaran tahun 2025. ‎Namun, karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, program tersebut untuk sementara belum dapat direalisasikan.

‎"Tahun 2025 sudah dianggarkan, cuma karena ada penghematan anggaran, itu nampaknya dialihkan," tambahnya.

‎Selain kebutuhan asrama, pihak sekolah juga menyoroti kondisi para tenaga pengajar yang sebagian besar berasal dari luar wilayah Sukadana. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat tinggal selama bertugas.

‎"Yang kedua, guru kita itu berasal dari jauh juga, dari Teluk Batang, dari Simpang Hilir. Banyak yang di luar dari Sukadana, di sini kan mengontrak, itu juga pembiayaan yang besar, karena itu prioritas kita adalah rumah dinas guru," jelasnya. 

‎Lebih lanjut, aspek keamanan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian serius. Pihak sekolah menilai keberadaan pagar yang memadai sangat penting untuk mencegah potensi gangguan dari luar serta mengontrol aktivitas siswa.

Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau 2026, Pemkab Mempawah Tingkatkan Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran Lahan

‎"Yang ketiga adalah terkait dengan pagar, karena lihat keliling kita, demi keamanan kita. Karena dulu pernah sekolah kita dimasuki orang yang tidak dikenal, meskipun tidak ada kerugian, tapi ini sebagai langkah pencegahan," katanya.

‎Selain untuk keamanan dari pihak luar, pagar juga dinilai penting untuk menjaga kedisiplinan siswa, terutama saat berada di lingkungan sekolah di luar jam pelajaran.

Tulus menyebut Gubernur Kalbar memberikan respons positif dan menunjukkan komitmen untuk menindaklanjuti usulan tersebut melalui koordinasi dengan dinas terkait. ‎Ia berharap, usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kayong Utara dan Kalimantan Barat secara menyeluruh. (dan)

Editor : Hanif
#ngekos #ria norsan #kayong utara #asrama #SMKN 1 Sukadana