Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Harga Durian Anjlok, Petani Sukadana Olah Jadi Lempok demi Naikkan Nilai Jual dan Tembus Pasar Nasional

Danang Prasetyo • Rabu, 8 Juli 2026 | 09:16 WIB
 Andi, petani durian Sukadana olah hasil panen jadi Lempok durian. (IST)
Andi, petani durian Sukadana olah hasil panen jadi Lempok durian. (IST)

PONTIANAK POST - Melimpahnya hasil panen durian di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar, justru menjadi tantangan bagi para petani. Saat musim panen raya tiba, harga durian anjlok hingga dinilai tidak lagi sebanding dengan biaya produksi dan pengangkutan dari kebun. Kondisi tersebut mendorong salah seorang petani durian sekaligus pelaku UMKM, Andi, untuk mengolah buah durian menjadi lempok durian sebagai upaya meningkatkan nilai jual hasil panennya.

Andi mengatakan, pada musim durian tahun ini harga jual buah segar sangat rendah. Bahkan, durian berukuran besar hanya dihargai sekitar Rp5.000 hingga Rp8.000 per buah.

"Harga durian tahun ini benar-benar sangat rendah. Padahal biaya mengangkut durian dari gunung saja mencapai sekitar Rp2.000 per buah. Kalau dijual utuh, hasilnya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan," ujar Andi, Selasa (7/7).

Baca Juga: PAN Kayong Utara Rampungkan Muscab Serentak, Bidik Kemenangan Besar di Pemilu dan Siapkan Tiket Pilkada

Lantas, Andi memilih mengolah durian menjadi lempok, makanan khas berbahan dasar durian yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan menjual buah segar.

Menurutnya, lempok durian asal Sukadana telah cukup dikenal masyarakat Kalimantan Barat, terutama di Kota Pontianak. Namun, ia berharap produk khas daerah tersebut dapat dipasarkan lebih luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan menembus pasar luar Kalimantan.

"Saya ingin memperkenalkan lempok durian asli Sukadana sebagai produk khas Kabupaten Kayong Utara. Harapannya, produk ini bisa semakin dikenal masyarakat di berbagai daerah, bahkan sampai ke luar Kalimantan," katanya.

Baca Juga: Manfaatkan Libur Sekolah, Disdik Kayong Utara Dorong Siswa Perkuat Literasi, Budaya Lokal, dan Kedekatan Keluarga

Saat ini, Andi telah memproduksi sekitar 750 kilogram lempok durian yang seluruhnya berasal dari hasil panen kebun durian miliknya sendiri. Produksi tersebut menjadi bukti bahwa pengolahan hasil pertanian mampu menjadi solusi dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Selain membantu menjaga stabilitas pendapatan petani saat harga buah anjlok, pengembangan usaha lempok durian juga dinilai berpotensi membuka peluang usaha baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah.

Andi berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui promosi, pelatihan, serta membuka akses pemasaran yang lebih luas agar produk UMKM asli Sukadana mampu bersaing di pasar nasional. (dan)

Editor : Miftakhair
#Durian Sukadana #UMKM Kayong Utara #petani durian Indonesia #harga durian #lempok durian