PONTIANAK POST — Dalam upaya merawat identitas bangsa di era digital, Festival Literasi Budaya Kalimantan Barat resmi dibuka pada Kamis (09/07). Bertempat di Cafe Biva Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, kegiatan itu mengusung tema yang sarat akan makna: "Menggali, Melindungi dan Melestarikan Warisan Budaya yang Tersisa".
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ke depan ini diinisiasi oleh jajaran panitia yang dipimpin oleh Kushariyanto selaku Ketua Panitia. Festival ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan RI, LPDP, dan Dana Indonesiana, serta bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara.
Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, para narasumber, budayawan, tokoh adat, serta puluhan anak muda dan pegiat literasi lokal.
Baca Juga: Karhutla di Pulau Maya Belum Padam, BPBD Kayong Utara Ajukan Water Bombing ke BNPB untuk Pemadaman
Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Heru memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep festival ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan sebuah ruang tempa kreatif yang sangat lengkap.
"Literasi tanpa akar budaya akan membuat kita kehilangan identitas. Sebaliknya, budaya tanpa sentuhan literasi modern akan membuat kita tertinggal dan terlupakan oleh zaman. Melalui festival inilah kedua hal tersebut kita kawinkan," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Kushariyanto menyampaikan rasa haru dan bangganya atas terwujudnya ruang kreatif ini. Ia berharap kegiatan ini menjadi aksi nyata dalam menjaga warisan leluhur di tanah bertuah Kayong Utara.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta yang didominasi oleh pelajar SMA/sederajat dan masyarakat umum ini akan dibekali berbagai disiplin ilmu penting.
Momentum festival ini terasa semakin relevan mengingat salah satu warisan leluhur Kayong Utara, yaitu tradisi "Nyapat Taon", baru saja sukses dicatatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI). Melalui bekal literasi digital ini, generasi muda diharapkan mampu mengambil tongkat estafet untuk menyuarakan dan mempromosikan keluhuran budaya lokal ke panggung dunia melalui konten-konten yang produktif dan positif di media sosial. (dan)
Editor : Miftakhair