Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tiga Kecamatan di Kayong Utara Rawan Karhutla, BPBD Gencarkan Patroli dan Water Bombing

Danang Prasetyo • Minggu, 12 Juli 2026 | 23:17 WIB
PEMADAMAN: Petugas BPBD Kayong Utara berjibaku memadamkan api kebakaran lahan di Desa Simpang Tiga, Kayong Utara.
PEMADAMAN: Petugas BPBD Kayong Utara berjibaku memadamkan api kebakaran lahan di Desa Simpang Tiga, Kayong Utara.

 

PONTIANAK POST – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara menetapkan tiga kecamatan sebagai wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun ini. Seiring meningkatnya titik panas, BPBD memperkuat patroli darat, patroli udara, hingga operasi water bombing untuk mencegah kebakaran meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, mengatakan tingkat kerawanan karhutla tahun ini tergolong tinggi karena musim kemarau datang lebih cepat dan diperkirakan berlangsung lebih lama.

Tiga Kecamatan Jadi Fokus Pengawasan

Fathul menyebut wilayah yang menjadi perhatian utama meliputi Kecamatan Pulau Maya, Kecamatan Simpang Hilir, dan Kecamatan Sukadana.

Ia menjelaskan peningkatan titik panas mulai terpantau sejak 4 Juni 2026 di Desa Pemangkat, Desa Satai Lestari, dan Desa Mata-Mata.

"Titik panas mulai meningkat sejak 4 Juni di Desa Pemangkat, Desa Satai Lestari, dan Desa Mata-Mata," katanya, Minggu (12/7).

Baca Juga: Cek Hotspot Pastikan Karhutla Terkendali, Kapolsek Bonti: Pencegahan Lebih Efektif daripada Penanganan

Dugaan Dipicu Aktivitas Pembukaan Lahan

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar lokasi kebakaran berada di kawasan yang berdekatan dengan lahan perkebunan milik warga.

"Kalau melihat kondisi di lapangan, penyebab kebakaran kemungkinan besar dipicu aktivitas pembukaan lahan. Sebab, lokasi kebakaran hampir selalu berdampingan dengan kebun milik warga," ujar Fathul.

Menurutnya, potensi kebakaran masih akan tetap ada selama musim kemarau berlangsung sehingga kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.

Baca Juga: Polsek Beduai Verifikasi Dua Hotspot, Pastikan Tidak Ada Karhutla Meluas

Patroli dan Water Bombing Terus Dilakukan

Untuk menekan risiko karhutla, BPBD bersama sejumlah instansi terus memperkuat patroli darat dan patroli udara di wilayah rawan.

"Saat ini kami terus melakukan patroli darat dan patroli udara sebagai upaya pencegahan. Bahkan, dalam empat hari terakhir telah dilaksanakan operasi pemadaman melalui jalur darat serta water bombing (WB)," jelasnya.

Penanganan Libatkan Berbagai Instansi

Fathul mengatakan penanganan karhutla di Kabupaten Kayong Utara dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi dan unsur masyarakat.

"Penanganan ini melibatkan BNPB, BPBD Provinsi Kalimantan Barat, BPBD Kabupaten Kayong Utara, Manggala Agni, KPH, LPHD, Polri, TNI, serta masyarakat agar kebakaran tidak meluas," tutupnya.

BMKG memprediksi sebagian wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kayong Utara, mulai memasuki musim kemarau sejak pertengahan Juni 2026.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga upaya pencegahan perlu diperkuat.*

Editor : Uray Ronald
#Karhutla kayong utara #titik panas Kalimantan Barat #water bombing Kayong Utara #kecamatan rawan karhutla #BPBD Kayong Utara