MTQ Kalbar XXXIV di Kayong Utara Bukan Sekadar Perlombaan, KIPP Ikut Memeriahkan

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 22:06 WIB
PEMBUKAAN: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama panitia penyelenggara usai membuka MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8).
PEMBUKAAN: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama panitia penyelenggara usai membuka MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8).

 

PONTIANAK POST – MTQ Kalbar XXXIV resmi dibuka di Pelataran Eks Sail Karimata, Pantai Tanjung Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8). Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak seluruh peserta menjadikan musabaqah bukan sekadar ajang mengejar prestasi, tetapi momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Gubernur Kalbar di hadapan ribuan masyarakat dan kafilah dari 14 kabupaten/kota. Suasana semakin semarak dengan parade defile, atraksi drumband, mobil hias, serta pertunjukan seni budaya yang menampilkan keberagaman Kalimantan Barat.

"Kemenangan yang sejati bukan hanya ketika meraih gelar juara, tetapi ketika Al-Qur'an benar-benar menjadi pedoman hidup yang tercermin dalam akhlak, perilaku, dan pengabdian kepada agama, bangsa, dan daerah," kata Norsan.

 

MTQ Jadi Ruang Membina Generasi Qurani

Mengusung tema "Merajut Ukhuwah, Menebar Dakwah, Membumikan Al-Qur'an di Tanah Bertuah Menuju Kalimantan Barat Semakin Berkah," MTQ XXXIV tidak hanya menjadi arena perlombaan membaca Al-Qur'an.

Menurut Norsan, MTQ merupakan sarana pembinaan umat untuk meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur'an sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

Ia memberikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat beserta seluruh LPTQ kabupaten/kota yang terus melakukan pembinaan hingga melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan mufassirah berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

"Kehadiran para kafilah dari 14 kabupaten/kota menjadi bukti bahwa semangat membumikan Al-Qur'an terus tumbuh di seluruh penjuru Bumi Tanjungpura," ujarnya.

Kayong Utara Perkenalkan Sejarah dan Budaya Lewat MTQ

Selain menjadi syiar Islam, penyelenggaraan MTQ XXXIV dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara sebagai etalase untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan potensi daerah kepada ribuan tamu yang datang dari seluruh Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Norsan mengingatkan bahwa Kayong Utara memiliki jejak sejarah panjang sebagai bagian dari Kerajaan Tanjungpura, yang kemudian berkembang menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di Kalimantan Barat.

"Warisan sejarah tersebut menunjukkan bahwa Kayong Utara sejak dahulu merupakan bagian penting dari peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya, serta kehidupan yang damai dalam keberagaman," katanya.

Menurutnya, nilai sejarah tersebut menjadi modal sosial yang memperkuat citra Kayong Utara sebagai daerah religius, ramah, dan terbuka bagi siapa pun yang datang.

 

Pawai Ta'aruf dan Mobil Hias Jadi Daya Tarik

Rangkaian pembukaan MTQ diawali dengan Pawai Ta'aruf yang diikuti seluruh kafilah dari 14 kabupaten/kota. Warga memadati sepanjang jalan di Sukadana sejak pagi untuk menyaksikan defile dan iring-iringan mobil hias yang menampilkan kekhasan budaya masing-masing daerah.

Sejumlah instansi pemerintah hingga dunia usaha turut berpartisipasi, termasuk Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang menghadirkan mobil hias sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan MTQ.

External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, berharap MTQ memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat citra positif Kayong Utara.

"Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan semakin memperkuat citra Kayong Utara sebagai daerah yang religius, ramah, dan kaya akan sejarah serta budaya," ujarnya.

Tuan Rumah Siapkan Layanan Terbaik bagi Kafilah

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan menjadi tuan rumah MTQ XXXIV merupakan kehormatan sekaligus amanah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan menyiapkan arena musabaqah, akomodasi kafilah, transportasi, layanan kesehatan, pengamanan, hingga berbagai kegiatan pendukung agar seluruh peserta merasa nyaman selama berada di Kayong Utara.

"Melalui tiga pilar tema MTQ tahun ini, mari kita perkuat persatuan di tengah keberagaman, menyampaikan ajaran Islam melalui akhlak mulia, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan," kata Romi.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan dua buku bertema ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Al-Qur'an sebagai upaya memperkuat literasi keislaman dan membangun keluarga yang tangguh.

MTQ Semakin Inklusif dan Mengikuti Perkembangan Zaman

MTQ XXXIV Kalbar memperlihatkan perkembangan pelaksanaan musabaqah yang semakin inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Selain cabang tilawah untuk berbagai kelompok usia, pelaksanaan MTQ juga menghadirkan Tilawah Usia Emas bagi peserta lanjut usia, Tilawah Tuna Netra sebagai ruang berprestasi bagi penyandang disabilitas netra, serta Kaligrafi Digital yang mengakomodasi perkembangan teknologi dalam seni Islam.

Keberagaman cabang lomba tersebut menunjukkan bahwa MTQ tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Estafet MTQ Berlanjut ke Pontianak

MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat akan berlangsung selama beberapa hari dengan mempertandingkan berbagai cabang musabaqah yang diikuti peserta terbaik dari 14 kabupaten/kota.

Selain menjadi ajang seleksi menuju MTQ tingkat nasional, kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada penutupan nanti, bendera MTQ akan diserahkan kepada Kota Pontianak sebagai tuan rumah MTQ XXXV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) ria norsan Pawai Ta'aruf kayong utara Kafilah Kalbar