Karhutla Kayong Utara Ditangani Bersama, KPH, TNI, Polri, Warga dan Perusahaan Turun Padamkan Api

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:57 WIB
Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. (ISTIMEWA)
Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST- Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, terus diperkuat lewat kerja sama berbagai pihak. UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kayong berkolaborasi dengan TNI, Polri, masyarakat lokal, serta sektor swasta untuk memadamkan titik api yang bermunculan, termasuk di Desa Mata-Mata, Kecamatan Simpang Hilir.

Kondisi lapangan yang menantang pada musim karhutla 2026 ini menuntut respons cepat dan tanggap. Selain menerjunkan personel pemadam, kerja sama ini juga mencakup penyediaan sarana pendukung dari pihak perusahaan guna mempercepat proses pemadaman agar api tidak meluas. Di sisi lain, peran aktif warga sekitar menjadi kunci utama dalam deteksi dini dan respons cepat di area rawan karhutla, Selasa (1/9).

Kepala UPT KPH Wilayah Kayong, Ponti Wijaya, menegaskan pentingnya peran tiap pemangku kepentingan dalam aksi penanganan di lapangan.

Baca Juga: GAPKI: Karhutla Tak Bisa Semata-mata Dikaitkan dengan Perkebunan Sawit

"Karhutla bukan persoalan yang dapat ditangani oleh satu pihak saja. KPH bersama TNI, Polri, masyarakat, dan Artha Graha Peduli, yakni PT Cipta Usaha Sejati dan PT Jalin Vaneo, bergerak bersama menanggulangi Karhutla di Desa Mata-Mata dan desa lainnya di sekitar Kecamatan Simpang Hilir sejak Juli hingga sekarang," ujarnya.

Ia memberikan apresiasi atas partisipasi aktif sektor swasta yang turut memobilisasi sumber daya dalam penanggulangan bencana ini.

"Kami mengapresiasi dukungan dari pihak perusahaan, baik berupa SDM maupun sarana dan prasarana pemadaman. Apa yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa dunia usaha juga memiliki kepedulian dan dapat mengambil bagian dalam penanganan Karhutla. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kuat pula upaya kita dalam mengendalikan kebakaran," katanya.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, sinergi ini akan diarahkan pada pengetatan langkah pencegahan secara berkelanjutan. Patroli terpadu, edukasi warga, pemantauan wilayah rawan, serta peningkatkan kesiapsiagaan sarana pemadam terus digalakkan.

Baca Juga: September Jadi Puncak Karhutla, Menhut Maksimalkan OMC Saat Awan Hujan Tersedia

Untuk itu, KPH Wilayah Kayong berkomitmen menjaga komando dan koordinasi lintas sektor ini demi meminimalkan dampak karhutla bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (dan)

Editor : Miftakhair
Karhutla kayong utara KPH Wilayah Kayong Desa Mata-Mata Pencegahan Karhutla. pemadaman karhutla