Karhutla Kayong Utara dan Kekeringan Makin Berdampak, Bupati Ingatkan Warga Jangan Egois

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:41 WIB
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar Polres Kayong Utara.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar Polres Kayong Utara.

PONTIANAK POST - Di tengah kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih berdampak terhadap masyarakat, doa dan kebersamaan menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi situasi tersebut. Ikhtiar itu diwujudkan melalui doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Polres Kayong Utara di Mako Polres Kayong Utara, Sukadana, Sabtu (5/9). Kegiatan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta penceramah Habib Muhammad Fahmi Almuthahar.

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengingatkan masyarakat untuk saling peduli dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi di tengah kondisi kekeringan dan Karhutla.

“Hari ini kita dihadapkan dengan darurat kekeringan dan darurat Karhutla. Banyak dampak yang dirasakan seluruh masyarakat. Momentum ini hendaknya menjadi introspeksi diri untuk tidak egois dan tidak mementingkan kepentingan pribadi yang mengorbankan hajat orang banyak,” ujar Romi.

Baca Juga: Karhutla Ketapang Tak Kenal Hari Libur, Bupati Turun Langsung Pantau Penanganan di Kuala Tolak

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat tetap kompak dan bergotong royong menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama dan organisasi dalam kegiatan itu menunjukkan kuatnya modal sosial masyarakat Kayong Utara.

Romi berharap hujan segera turun sehingga kondisi kekeringan dan Karhutla dapat mereda.

Sementara itu, Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo mengatakan Karhutla tidak hanya merupakan persoalan hukum, tetapi juga persoalan sosial, lingkungan dan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran yang berpotensi menimbulkan api tidak terkendali, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan.

“Karhutla bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga persoalan kemanusiaan dan tanggung jawab bersama. Islam mengajarkan kita menjaga bumi dan tidak membuat kerusakan di muka bumi,” katanya.

Baca Juga: Viral Imbauan Jangan Tampung Air Hujan Usai Karhutla, Begini Penjelasan Pakar hingga BMKG

Adi menegaskan pencegahan Karhutla membutuhkan semangat gotong royong. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. (dan)

Editor : Miftakhair
Karhutla kayong utara Kekeringan Kayong Utara Maulid Nabi Muhammad SAW. Romi Wijaya Polres Kayong Utara