Karhutla di Konsesi Mayawana Persada Masih Ditangani, 8 Posko Dikerahkan

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 09:24 WIB
Penampakan embung yang menjadi bagian dari upaya pengelolaan tata air gambut PT Mayawana Persada untuk menjaga kelembapan lahan dan mendukung penanganan karhutla.
Penampakan embung yang menjadi bagian dari upaya pengelolaan tata air gambut PT Mayawana Persada untuk menjaga kelembapan lahan dan mendukung penanganan karhutla. (IST)

 

PONTIANAK POST - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di areal konsesi PT Mayawana Persada di Kayong Utara terus berlangsung sejak titik api teridentifikasi pada awal Agustus 2026. Perusahaan mengerahkan tim pemadam dengan dukungan delapan posko taktis di sejumlah lokasi.

Sebagian besar titik api telah dilokalisasi. Namun, tim di lapangan masih melakukan pemadaman terhadap sisa titik api hingga proses pendinginan dan pemantauan untuk mencegah api kembali muncul.

Upaya pemadaman menghadapi medan yang berat, perubahan arah angin, serta keterbatasan debit air. Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.

Penanganan tidak hanya dilakukan di dalam areal konsesi. PT Mayawana Persada juga mengaktifkan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa penyangga, di antaranya Desa Sekucing Kualan, Sekucing Labai, dan Sungai Mata-mata.

MPA di desa-desa tersebut telah mendapat pelatihan dan dibekali alat pelindung diri (APD) untuk mendukung penanganan karhutla di tingkat tapak.

Koordinasi juga dilakukan bersama instansi lintas sektor, termasuk KPH Kayong Utara dan BPBD. Kolaborasi tersebut dijalankan melalui working group MATA PANDAWA.

PT Mayawana Persada juga bekerja sama dengan Yayasan Palung dalam penanganan karhutla. Dukungan yang diberikan mencakup alat berat PC 60, tenaga harian pemadam, pembangunan embung dan sekat bakar hingga desa di luar konsesi yang berbatasan langsung.

Posko Solidaritas Rakyat Borneo turut mendapat dukungan operasional untuk penanganan karhutla di lapangan.

Untuk memperkuat kemampuan pemadaman, perusahaan menyalurkan peralatan kepada sejumlah instansi. BPBD Kabupaten Ketapang menerima tiga mesin pompa, tiga fire jet nozzle, dan enam selang pemadam.

Polres Ketapang mendapat tiga mesin pompa, tiga fire jet nozzle, dan enam selang pemadam. Sementara UPT KPH Kayong menerima dua mesin pompa, dua fire jet nozzle, dan empat selang pemadam.

BPBD Kabupaten Kayong Utara juga menerima satu mesin pompa, satu fire jet nozzle, dan dua selang pemadam. Selain peralatan, dukungan berupa obat-obatan dan logistik turut disalurkan kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam penanganan.

Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman mengatakan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas pihak karena api tidak mengenal batas wilayah kerja maupun administrasi.

“Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas wilayah kerja perusahaan. Karena itu, penanganannya juga tidak mungkin dilakukan sendiri-sendiri,” ujar Iwan, Sabtu (12/9).

Menurut dia, perusahaan terus mengerahkan personel dan sumber daya di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah, aparat, KPH, masyarakat, MPA dan pihak terkait lainnya.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan terus berjalan hingga titik-titik api dapat dikendalikan dan dilanjutkan dengan pendinginan serta pemantauan untuk mencegah munculnya kembali api,” katanya.

Selain pemadaman, upaya mitigasi dilakukan melalui pengelolaan tata air gambut (water management). PT Mayawana Persada menyebut sebanyak 322 sekat kanal (canal blocking) dan 74 titik embung (water points) terus dipelihara dan dipantau untuk menjaga kelembapan lahan (rewetting).

Korporasi menyatakan akan terus mengerahkan sumber daya dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan hingga penanganan karhutla dapat diselesaikan. (adv/ser)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Pemadam korporasi perusahaaan karhutla Mayawana Persada