Kabut Asap Karhutla Mulai Ganggu Warga Kayong Utara, Jarak Pandang Terbatas Pagi dan Sore

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:44 WIB
Ketebalan kabut asap di Kota Sukadana dari kejauhan kapal tidak terlihat jelas saat berada di Pelabuhan TPI.  (ISTIMEWA)
Ketebalan kabut asap di Kota Sukadana dari kejauhan kapal tidak terlihat jelas saat berada di Pelabuhan TPI. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda wilayah Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mulai meresahkan masyarakat. Kobaran api dan kepulan asap tebal membuat jarak pandang terganggu akibat paparan kabut asap pekat.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Santo, salah satu warga Kayong Utara. Ia mengungkapkan bahwa intensitas kabut asap mulai terasa mengganggu aktivitas harian masyarakat sejak Minggu (20/9).

"Jarak pandang makin terbatas, terutama pada pagi dan sore hari. Bau sangit asap juga sangat terasa dan mulai mengganggu pernapasan," ujar Santo saat dihubungi Pontianak Post, Minggu (20/9).

Baca Juga: Titik Api Karhutla Sambas Nihil, Kabut Asap Mulai Menipis Setelah Hujan dan Pemadaman

Kondisi itu dikhawatirkan akan memburuk jika titik api di sejumlah lokasi lahan gambut dan kawasan hutan tidak segera dipadamkan secara total. Selain mengancam keselamatan pengguna jalan, fenomena kabut asap ini mulai membayangi kesehatan warga, khususnya anak-anak dan lansia, dengan potensi munculnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan Manggala Agni dapat terus meningkatkan patroli dan mempercepat penanganan titik api di lapangan agar dampak asap tidak meluas ke wilayah sekitarnya," ungkapnya. (dan)

Editor : Miftahul Khair
jarak pandang kayong utara kalimantan barat karhutla kabut asap