PONTIANAK POST - Tanggap terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerpa wilayah Kabupaten Kayong Utara, sejumlah Jurnalis di Kayong Utara turun langsung menyerahkan bantuan ke posko penanggulangan karhutla di Sukadana, Sabtu (26/9). Aksi sosial ini disertai penegasan pentingnya menjaga soliditas dan integritas seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi bencana alam tersebut.
Dukungan penuh disampaikan kepada seluruh tim gabungan yang berada di garda terdepan, mulai dari jajaran Pemerintah Daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perangkat desa, sektor swasta/perusahaan, hingga para relawan dan warga lokal. Sinergi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci utama dalam melakukan pemadaman, patroli kawasan rawan, serta deteksi dini agar pemukiman warga dan ekosistem lingkungan tetap terlindungi.
Di tengah perjuangan para petugas menembus titik api, Jurnalis di Kayong Utara mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan situasi sulit ini sebagai panggung politik maupun sarana mengeruk keuntungan sepihak. Bencana karhutla menuntut tanggung jawab sosial yang jujur demi keselamatan publik.
Baca Juga: Ratusan Jemaah Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang dan Korban Kapal Virgo
"Jangan sampai persoalan karhutla justru dijadikan kesempatan untuk mencari keuntungan atau kepentingan pribadi. Saat masyarakat membutuhkan penanganan dan perlindungan, yang harus dikedepankan adalah kepentingan bersama," demikian sikap Marhadi, saat menyampaikan bantuan kepada posko penanggulangan Karhutla di Sukadana.
Selain menyoroti aksi pemadaman di lapangan, Jurnalis di Kayong Utara menaruh perhatian besar pada langkah preventif berkelanjutan. Penguatan edukasi publik, kesiapsiagaan sarana penunjang, serta pengawasan ketat terhadap area rawan menjadi fondasi penting agar musibah serupa tidak terus berulang setiap tahunnya.
Pengawasan dan kritik dari masyarakat memang tetap dibutuhkan dalam tata kelola penanganan bencana. Namun, evaluasi tersebut mestinya dibangun di atas argumentasi yang sehat, bukan berdasarkan andaian yang dapat memicu polemik di tengah warga.
"Mari bersama-sama mengawal penanganan karhutla. Jika ada persoalan, sampaikan berdasarkan data dan fakta. Jangan membangun opini yang justru memperkeruh keadaan atau memanfaatkan musibah untuk kepentingan tertentu," lanjutnya.
Baca Juga: Karhutla Kayong Utara Disorot Himakatra, Pemerintah Diminta Evaluasi Lahan Gambut dan Konsesi
Melalui penyerahan bantuan dan seruan moral ini, sejumlah Jurnalis di Kayong Utara berharap semangat gotong royong antar instansi dan warga dapat terus terjaga. Mengingat dampak asap dan kerugian lingkungan menimpa semua lapisan masyarakat, kolaborasi nyata secara kolektif jauh lebih dibutuhkan dari pada perdebatan yang tak bernilai. (dan)
Editor : Miftahul Khair