PONTIANAK - Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak menggelar pengabdian masyarakat, pada Agustus 2022. Kegiatan berupa penyuluhan tentang Deteksi Dini Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Perum II Pontianak Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tiga dosen, yakni Desy Rosita, SST, M.selaku Ketua Pengabmas, Nurmala Sari, SST, MTr. Keb, selaku anggota dan Dewi Hindrayati, SST selaku anggota.
Kegiatan tersebut melibatkan Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Pontianak sebanyak tiga orang, dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak.
Triple Eliminasi adalah program upaya untuk mengeliminasi infeksi tiga penyakit menular langsung dari ibu ke anak yaitu infeksi HIV/AIDS, Sifilis dan Hepatitis B yang terintegrasi langsung dalam program Kesehatan ibu dan anak.
Infeksi HIV, Sifilis dan Hepatitis B memiliki cara penularan yang hampir sama yaitu melalui hubungan seksual, darah dan mampu menularkan secara vertical dari ibu yang positif ke anak. Infeksi ketiga penyakit menular tersebut pada ibu hamil dapat mengakibatkan kematian pada ibu dan dapat menyebabkan morbiditas, kecacatan dan kematian, sehingga merugikan dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kualitas hidup anak.
Program Triple Eliminasi bertujuan untuk deteksi dini infeksi penyakit HIV, sifilis dan Hepatitis B pada ibu hamil dan sangat penting dilakukan oleh semua ibu hamil karena dapat menyelamatkan nyawa ibu dan anak.
Pemeriksaan dapat dilakukan di Puskesmas terdekat pada kunjungan perawatan antenatal pertama, idealnya sebelum usia kehamilan 20 minggu dan untuk ibu hamil yang datang setelah 20 minggu tes skrining dan pengobatan harus dilakukan secepat mungkin.
Cara pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan sampel darah ibu hamil oleh tenaga laboratorium yang telah terlatih, pemeriksaan tes yang digunakan 8 adalah HIV rapid test, RPR (Rapid Plasma Reagin)-Tp rapid (Treponema pallidum rapid) dan HBsAg (Hepatitis B surface Antigen) rapid test.
Menurut WHO, 2018 Triple eliminasi ibu hamil telah menjadi salah satu program prioritas dalam program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan mengacu pada jumlah cakupan target indikator program.
Terdapat sejumlah kendala yang membuat belum semua ibu hamil melakukan skrining HIV. Kendati sudah 98 persen ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan oleh bidan dan difasilitas kesehatan.
Kendalanya, antara lain tidak semua ibu hamil bersedia melakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Selain itu, ada ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di bidan desa dan tidak semua ibu hamil mau dibawa ke puskesmas yang punya fasilitas laboratorium untuk pemeriksaan darah.
Berdasarkan hasil Penelitian mengatakan ada hubungan antara determinan pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, akses layanan kesehatan, dukungan petugas kesehatan, dukungan keluarga dengan perilaku ibu hamil dalam deteksi dini triple eliminasi.
Untuk mendukung program pemerintah kami melakukan penyuluhan dan membagikan booklet yang berisikan informasi terkait Deteksi Dini Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Keja Puskesmas Perum II Pontianak.(iza) Editor : Yulfi Asmadi