Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Manfaatkan Periode Emas Saat Stroke Menyerang

A'an • Rabu, 15 November 2023 | 14:48 WIB
Qonita Nabila
Qonita Nabila


PONTIANAK - Qonita Nabila, Fisioterapis ini mengatakan saat stroke menyerang, ada rentang waktu yang harus dimanfaatkan dengan baik dan benar atau Golden time period yang terjadi selama 1 jam atau 60 menit setelah pasien mengalami gejala stroke. 

Hanya saja kata dia, banyak orang yang merasa panik sehingga tidak bisa memanfaatkam periode emas itu.

Padahal peluang kesembuhan pasien stroke akan lebih besar jika jenis stroke dapat dideteksi secara cepat, dan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien. 

Maka, saran dia jika menemukan seseorang yang menunjukkan gejala stroke seperti ada bagian tubuh yang tidak bisa digerakkan, bicara tidak lancar segera ditangani.

Pada pasien stroke bisa menimbulkan efek serius, salah satunya kerusakan otak. Itu sebabnya, sel-sel pada otak yang menyebabkan gangguan pada indera, kemampuan motorik, perilaku, kemampuan bahasa, memori, dan kecepatam rangsangan dalam merespon sesuatu.

"Bagi orang stroke ada yang rusak bagian otaknya, ada yang berefek pada suasana hatinya. Gangguan stroke tidak hanya pada tubuh saja tetapi juga kemampuan bicara sampai mengelola emosi," ulasnya.

Maka, perlunya dukungan keluarga untuk membuat semangat sembuh pada pasien stroke.

Keluarga juga harus tahu langkah mana yang harus diambil untuk penanganan jenis stroke yang dialami.

"Karena stroke ini kan ada yang ringan, ada yang parah, dan ada yang parah banget," paparnya.

Sementara itu, untuk mempertahankan kekuatan serta kelenturan otot, dan mengembalikan fungsi gerak tubuh, pasien stroke dapat melakukan terapi.

Tentu, kata dia fisioterapis akan melakukan pemeriksaan tentang jenis stroke yang dialami pasien agar tahu program terapi yang akan diberikan.

Paling tidak kata dia, terapi yang dilakukan lebih dari enam bulan. Saat stroke menyerang, banyak jaringan yang rusak, maka dengan terapi diharapkan dapat membuat jaringan baru untuk merehabilitasi fungsi geraknya.

"Orang stroke biasanya dia harus belajar lagi menekuk, menyisir rambut. Itulah otak akan membentuk jaringan baru agar bisa melakukan fungsinya walaupun tidak sesempurna sebelum kena stroke. Namanya juga rehabilitasi," jelasnya.

Pada pasien dengan stroke ringan, tingkat keberhasilan terapi bisa lebih maksimal. Kemampuan pasien dalam menerima instruksi dan disiplin dalam terapi juga mempengaruhi hasil.

Namun, kata dia stroke bisa berulang karena berbagai faktor penyebabnya. Ada juga yang dipengaruhi penyakit penyerta seperti darah tinggi, jantung dan lainnya. (mrd)

Editor : A'an
#Qonita Nabila #Stroke #fisioterapis