PONTIANAK - Nyeri dada sebelah kiri sering kali menimbulkan kekhawatiran, karena biasanya dikaitkan dengan masalah jantung.
Namun, perlu diketahui bahwa selain jantung, ada beberapa penyakit lain yang juga bisa menimbulkan nyeri di area tersebut.
Menurut dr Made Sanitca Indah dilansir dari akun youtube SKWAD Health menjelaskan berbagai penyebab nyeri dada sebelah kiri, mulai dari yang berkaitan dengan jantung hingga masalah non-jantung, serta cara mengatasinya.
Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kiri
- Penyakit Jantung
Penyakit jantung, khususnya penyakit jantung koroner, adalah salah satu penyebab utama nyeri dada sebelah kiri.
Gejalanya dapat berupa sensasi seperti dada tertindih benda berat atau diremas. Nyeri ini sering menjalar ke rahang, punggung, atau lengan kiri.
Ciri khas lainnya adalah nyeri yang tidak hilang meski sudah beristirahat atau berubah posisi. Serangan jantung biasanya juga disertai dengan mual dan muntah.
Jika nyeri berlangsung lebih dari 15 menit dan tidak membaik dengan perubahan posisi, segera periksakan diri ke dokter.
- Gangguan Pencernaan (Dispepsia dan GERD)
Dispepsia atau yang dikenal sebagai sakit maag sering menyebabkan nyeri dada sebelah kiri, terutama jika dipicu oleh makanan yang asam, pedas, atau karena telat makan.
Asam lambung yang naik bisa menyebabkan rasa nyeri yang menjalar ke dada.
Selain itu, ada juga GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), di mana asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada.
Biasanya, kondisi ini terjadi pada orang yang langsung berbaring setelah makan tanpa memberi jeda waktu.
- Penyakit Paru-paru
Selain jantung, di dada sebelah kiri juga terdapat paru-paru. Masalah pada paru-paru seperti infeksi atau pneumonia bisa menyebabkan nyeri dada sebelah kiri, terutama ketika menarik napas dalam-dalam.
Nyeri ini biasanya disertai dengan gejala lain seperti batuk dan sesak napas.
Perbedaannya dengan nyeri akibat jantung adalah bahwa nyeri paru sering kali terasa lebih tajam dan terkait dengan pernapasan.
- Stres Psikologis dan Keletihan Otot
Stres dan keletihan juga dapat menyebabkan nyeri dada. Stres berlebih, misalnya saat menghadapi ujian atau tekanan kerja, bisa menimbulkan ketegangan otot di sekitar dada yang menyebabkan nyeri.
Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai masalah jantung, namun biasanya tidak disertai dengan penjalaran nyeri ke bagian tubuh lain.
Cara Mengatasi Nyeri Dada Sebelah Kiri
- Mengatasi Nyeri Akibat Jantung
Jika Anda merasa nyeri dada terkait dengan jantung, segera konsultasikan dengan dokter.
Pemeriksaan seperti troponin T atau elektrokardiogram (EKG) bisa membantu memastikan kondisi jantung Anda.
Jangan tunda pemeriksaan jika nyeri tidak hilang lebih dari 15 menit atau terasa sangat intens.
- Mengatur Pola Makan untuk Mencegah Dispepsia dan GERD
Untuk mencegah masalah pencernaan yang menyebabkan nyeri dada, hindarilah makanan yang asam, pedas, serta kopi dan teh dalam jumlah berlebihan.
Usahakan untuk makan secara teratur dan beri jeda waktu sekitar 2-3 jam sebelum tidur setelah makan. Kebiasaan tidur setelah makan dapat memperparah gejala GERD.
Baca Juga: KPU Kota Singkawang Usul Stadion Kridasana jadi Lokasi Kampanye Terbuka
- Menjaga Kesehatan Paru-paru
Jika nyeri dada disertai batuk atau kesulitan bernapas, kemungkinan besar masalah ada pada paru-paru. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.
Hindari merokok dan paparan polusi yang bisa memperburuk kondisi paru-paru.
- Kelola Stres dan Lakukan Relaksasi Otot
Stres dan ketegangan otot bisa diatasi dengan fisioterapi atau peregangan ringan. Olahraga seperti yoga atau latihan pernapasan juga bisa membantu mengurangi ketegangan pada otot dada.
Jangan lupa, penting untuk beristirahat cukup dan mengelola stres dengan baik.
Pemeriksaan Medis untuk Nyeri Dada Sebelah Kiri
Jika Anda sering merasakan nyeri dada sebelah kiri, sangat disarankan untuk melakukan medical check-up secara rutin.
Pemeriksaan lengkap bisa membantu mendeteksi dini kondisi medis yang mungkin serius, seperti masalah jantung atau paru-paru.
Tes seperti CT scan, treadmill test, atau pemeriksaan laboratorium untuk melihat kadar enzim jantung bisa dilakukan untuk memastikan penyebab nyeri tersebut.
Nyeri dada sebelah kiri tidak selalu disebabkan oleh masalah jantung. Beberapa kondisi lain seperti gangguan pencernaan, penyakit paru-paru, atau bahkan stres juga bisa menimbulkan gejala serupa.
Namun, penting untuk tetap waspada dan segera memeriksakan diri jika nyeri berlangsung lama atau disertai gejala serius lainnya.
Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, risiko penyakit serius dapat diminimalkan. (mif)
Editor : Miftahul Khair