Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Sakit Kuning pada Bayi: Pentingnya Deteksi Dini

Miftahul Khair • Rabu, 2 Oktober 2024 | 14:40 WIB
Ilustrasi pertumbuhan bayi.
Ilustrasi pertumbuhan bayi.

PONTIANAK - Sakit kuning pada bayi yang baru lahir, merupakan kondisi di mana kulit dan bagian putih mata bayi terlihat kuning. Hal ini disebabkan oleh penumpukan bilirubin, sebuah zat kuning yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah.

Kondisi ini terbilang cukup umum, terjadi pada bayi yang baru lahir. Menurut dr Caessar Pronocitro, Sp.A, M. Sc dari kanal Youtube RS Pondok Indah, penyebab bayi kuning biasanya karena hiperbilirubinemia.

Bilirubin merupakan pigmen berwarna kuning, yang secara alami dihasilkan dari proses penghancuran sel darah merah. Bilirubin pada bayi yang baru lahir lebih tinggi dari orang dewasa, dikarenakan sel darah merah pada bayi memiliki jumlah yang lebih banyak.

Pada bayi yang baru lahir, bilirubin yang sudah mencapai usus juga diserap kembali masuk ke pembuluh darah. Hal yang seharusnya terbuang, tetapi berbalik arah lalu terjadi penumpukan bilirubin.

Penumpukan bilirubin pada bayi lebih mudah terjadi, karena enzim uridil difosfat pada bayi baru lahir belum bekerja seperti orang dewasa.

Golongan darah bayi yang tidak sama dengan golongan darah ibunya, juga bisa menyebabkan terjadinya hiperbilirubinemia.

Hal ini dikarenakan penumpukan antibodi, yang memicu penghancuran sel darah merah pada tubuh bayi lebih banyak. Sehingga kadar bilirubin pun menjadi lebih tinggi. Disarankan ketika dalam kurun waktu 24 jam, bayi terlihat menguning segera bawa ke RS terdekat untuk melakukan pemeriksaan lanjut.

Kenali Gejala Umum Sakit Kuning Pada Bayi

Pada umumnya untuk mengenali gejala kuning pada bayi, warna kuning mulai terlihat pada area atas tubuh bayi. Misalnya seperti pada mata dan juga wajah, seiring dengan kadar bilirubin yang meningkat. 

Warna kuning akan mulai terlihat juga di area bawah bayi, dengan meningkatnya bilirubin. Hal ini umumnya terlihat di usia 2 hari, dan akan menghilang di sekitar usia 2 hingga 3 minggu. 

Direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lanjut pada kadar bilirubin pada bayi baru lahir, bisa dilakukan pada usia 24 hingga 48 jam atau sebelum bayi pulang dari rumah sakit. Pemberian ASI yang cukup, bisa membantu proses pembuangan bilirubin.

Baca Juga: Tak Melulu Soal Keamanan, Polisi Responsif Bantu Warga Dalam Kondisi Darurat

Bilirubin akan dikeluarkan melalui saluran pencernaan, agar ASI cepat lancar ibu harus sering menyusui bayinya setiap 2 sampai 3 jam sekali. Kemudian dengan menjemur bayi berusia dibawah 6 bulan, dengan sinar matahari bisa meningkatkan risiko dehidrasi dan iritasi kulit.

Ikterus atau kuning ini bisa dibagi menjadi dua yaitu, fisiologis atau normal dan patologis atau tidak normal. Bagian kecil dari uterus dapat berpotensi menjadi patologis, dan hal ini perlu menjadi perhatian para orang tua.

Gejala ikterus yang dapat mengarah ke patologis, antara lain kuning yang sudah terjadi sesaat setelah bayi lahir atau dalam usia 1 hari pertama. Kenaikan kadar bilirubin yang terlalu cepat, biasanya lebih dari 5 MG per desiliter per hari.

Harus Dilakukan Ketika Kuning Tidak Menghilang

Apabila anda melihat anak anda mengalami sakit kuning, dan tidak hilang meskipun sudah 2 hingga 3 minggu. Periksakan kembali kepada dokter spesialis anak, terlebih ketika kuning terus menjalar ke seluruh tubuh bayi.

Jika warna kuning terlihat semakin meluas ke area tubuh bagian bawah, atau semakin gelap warnanya kemudian disertai dengan demam lebih dari 38 derajat celcius. Bayi malas menyusui sampai lemah dan lesu, atau menangis dengan nada tinggi. 

Tandanya adalah bilirubin pada bayi terlalu tinggi, jika tidak segera ditangani oleh dokter spesialis maka dapat berisiko bayi mengalami ketulian.

Dari bentuk kerusakan otak biasanya ditandai dengan buang air besar yang berwarna putih pucat dan urine coklat gelap.

Sehingga ketika bayi anda mengalami hal tersebut, harus segera melakukan pemeriksaan. Karena dapat diindikasikan adanya kelainan pada hati, ketika mengalami kondisi serupa. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kadar bilirubin.

Diperlukan juga pemeriksaan sel darah lengkap dengan golongan darah ataupun tes lainnya, yang dapat digunakan untuk menilai tingkat kerusakan sel darah merah maupun fungsi hati tergantung dengan gejala yang ditunjukkan oleh bayi. (yol/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#bilirubin #penanganan sakit kuning bayi #Sakit kuning bayi #hiperbilirubinemia