Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Serviks Sebelum Terlambat

Miftahul Khair • Selasa, 8 Oktober 2024 | 14:53 WIB
Ilustrasi kampanye kesehatan serviks.
Ilustrasi kampanye kesehatan serviks.

PONTIANAK - Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang tumbuh pada sel di leher rahim.

Leher rahim ini merupakan bagian, dari bawah rahim yang menghubungkan antara rahim dengan vagina. Penyebab kanker serviks biasanya HPV, tetapi tidak semua jenis HPV menyebabkan kanker.

Kanker ini umumnya berkembang secara perlahan, seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. HPV atau infeksi Human Papillomavirus ini memiliki beberapa tipe, seperti HPV 16 dan 18 yang sangat terkait dengan perkembangan kanker serviks.

Menurut dr. Hastarita Lawrenti dari kanal Youtube KalbeMed, sebelum terjadi kanker pada serviks biasanya sel-sel pada serviks akan mengalami perubahan abnormal. Hal ini yang biasa disebut dengan displasia.

Dari waktu ke waktu, sel-sel abnormal yang tidak mengalami perbaikan atau tidak diatasi akan menjadi sel kanker. Sel kanker akan terus bertumbuh dan masuk ke dalam serviks, sehingga timbul kanker serviks berdasarkan jenis selnya.

Biasanya yang banyak ditemukan adalah jenis Karsinoma sel skuamosa, jenis sel ini sering dijumpai 90% dari kanker serviks. Ada juga jenis lainnya yaitu Adenokarsinoma yang berasal dari sel-sel kelenjar.

Penyebab Kanker Serviks

Biasanya kanker serviks disebabkan oleh infeksi dari virus HPV, infeksi ini umumnya dijumpai pada wanita usia produktif. Terdapat dua jenis virus HPV, yang pertama HPV risiko rendah atau non onkogenik.

Kemudian yang kedua ada HPV risiko tinggi atau onkogenik dengan subtipe 16 dan 18, yang menjadi penyebab hampir semua kanker serviks. Infeksi ini dapat menetap dan berkembang, menjadi sel abnormal yang disebut dengan displasia.

Dalam kurun waktu 1 sampai 2 tahun, dengan infeksi yang menetap. Akan menjadi penyebab terjadinya kanker serviks, faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita terkena infeksi HPV biasanya karena memulai aktivitas seksual pada usia muda kurang dari 20 tahun.

Dengan terus berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan dengan pria yang sering berganti pasangan, memungkinkan riwayat infeksi pada organ kelamin atau radang panggul wanita jauh lebih tinggi.

Biasanya perokok aktif juga berisiko dua kali lebih besar, terpapar virus HPV karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Walaupun sulit untuk terdeteksi pada stadium awal, hal ini tetap harus diwaspadai.

Gejala Awal yang Harus Diperhatikan

Perlu diwaspadai ketika anda mendapati tanda dan gejala, seperti pendarahan abnormal atau pendarahan yang terjadi diluar siklus menstruasi. Maupun pendarahan setelah berhubungan seksual, atau juga setelah menopause. 

Keputihan yang tidak lazim yaitu seperti berbau dan mengandung darah, nyeri saat berhubungan seksual. Nyeri pada panggul atau nyeri pada punggung, pendarahan usus besar. Keluarnya urine yang bercampur dengan darah.

Terkadang juga terjadi pembengkakan pada kaki, dan nyeri pada perut dengan tingkat kesakitan tidak wajar. Jika anda menemukan beberapa gejala ini, segera konsultasikan kepada dokter yang berpengalaman.

Pencegahan Kanker Serviks

Faktanya lebih dari 70 persen kanker serviks di Indonesia, didiagnosis pada stadium lanjut. Padahal kanker serviks termasuk penyakit yang dapat dicegah, pencegahan kanker serviks bisa diawali dengan pencegahan primer dengan pemberian vaksin HPV.

Kemudian pencegahan sekunder juga bisa dilakukan, dengan pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) atau Pap Smear dan HPV DNA. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan pada wanita yang sudah menikah atau aktif secara seksual.

Pengobatan kanker serviks bisa disesuaikan dengan stadium penyakit, kondisi kesehatan pasien dan preferensi pasien. Terdapat juga tiga jenis vaksin HPV yang beredar di Indonesia, salah satunya vaksin HPV bivalen.

Vaksin HPV bivalen memberikan proteksi terhadap HPV subtipe 16 dan 18, kemudian ada juga vaksin HPV quadrivalent yang memberikan proteksi terhadap HPV subtipe 6, 11, 16, dan 18.

Tidak hanya itu, ada lagi satu jenis vaksin lainnya. Vaksin HPV 9-valen yang memberikan proteksi, terhadap HPV subtipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58. Vaksin HPV ini bisa diberikan mulai dari usia 9 sampai 26 tahun.

Baca Juga: Rudolf Berlin, Istilah Disleksia Dikemukakannya pada 1883 atau 1887?

Pada usia kurang dari 15 tahun, bisa diberikan dua sosis dengan interval 6 sampai 12 bulan. Sedangkan pada usia lebih dari 15 tahun, bisa diberikan 3 dosis yaitu 0 bulan. 1 sampai 2 bulan setelah dosis pertama, dan 6 bulan setelah dosis pertama.

Biasanya vaksin HPV sudah direkomendasikan oleh perhimpunan dokter anak dan penyakit dalam di Indonesia, tetapi vaksin HPV tentu memiliki efek samping. Umumnya bersifat ringan dan yang paling sering dijumpai adalah reaksi lokal.

Seperti tempat injeksi yang mengalami nyeri dan bengkak, kemerahan, serta pusing, pingsan, mual, dan sakit kepala. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk skrining kanker serviks, dengan melakukan tes.

Tes yang dilakukan bertujuan untuk melihat apakah ada abnormalitas yang terjadi pada sel serviks, dengan mengoleskan larutan asam asetat dan asam cuka 3-5% pada serviks. Jika terjadi perubahan warna pada sel dalam waktu 15 menit, berarti ada abnormalitas pada sel.

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan, menunda hubungan seksual pertama hingga mencapai usia dewasa. Cukup setiap pada satu pasangan, hindari berhubungan dengan pria yang berganti-ganti pasangan. 

Juga hindari atau berhenti merokok, karena rokok juga menjadi salah satu penyebab. Pentingnya melakukan pencegahan kanker serviks, konsultasikan kepada dokter jika menemui gejala serius. (yol/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#kanker serviks #serviks #Leher Rahim