PONTIANAK – Panas dalam biasanya ditandai dengan gejala seperti mulut terasa pahit, tenggorokan kering, dan sariawan.
Meskipun istilah panas dalam tidak dikenal dalam dunia medis, kondisi ini digunakan masyarakat untuk menggambarkan ketidakseimbangan tubuh yang menyebabkan peradangan di beberapa area tubuh, khususnya tenggorokan.
Panas dalam dapat mengganggu kenyamanan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui gejala dan cara mengatasi panas dalam yang efektif.
Menurut dr Gammarida Magfirah dalam kanal YouTube-nya @Kata Dokter, panas dalam tidak merujuk pada penyakit spesifik, melainkan kumpulan gejala akibat proses peradangan dan inflamasi yang terjadi di dalam tubuh.
Yuk kenali ciri-ciri panas dalam dan cara mengatasinya.
Gejala Panas Dalam
Tidak semua rasa sakit di tenggorokan disebabkan oleh panas dalam. Namun, ada beberapa gejala umum yang sering muncul ketika seseorang mengalami panas dalam, seperti:
1. Nyeri di tenggorokan
2. Sulit menelan
3. Sariawan
4. Bibir pecah-pecah
5. Dalam beberapa kasus, panas dalam juga disertai dengan gejala demam ringan, batuk, atau pilek.
Penyebab Panas Dalam
Panas dalam biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi keseimbangan tubuh. Penyebab utamanya bisa beragam, seperti:
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Peradangan pada tenggorokan dan saluran pernapasan dapat memicu panas dalam, seperti, rasa sakit, gatal, sensasi panas dan pembengkakan di area tenggorokan.
Selain itu, tanda-tanda lainnya ialah pilek, bersin, batuk, serta demam yang tidak kunjung reda dalam waktu 2-3 hari.
- Iritasi Tenggorokan
Iritasi tenggorokan hampir sama dengan gejala ISPA, iritasi tenggorokan bisa terjadi karena polusi udara, asap rokok, banyak mengonsumsi makanan pedas dan berminyak.
- Asam Lambung atau Gerd
Panas dalam juga bisa muncul sebagai gejala dari gangguan lambung seperti gastritis atau Gerd.
Gerd merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini ditandai dengan sensasi panas dan nyeri di perut, terutama di ulu hati.
Panas dari lambung dapat naik hingga ke dada dan tenggorokan, menyebabkan rasa tidak nyaman di dada dan mulut. Gejala lain yang sering muncul adalah rasa asam atau pahit di mulut.
Cara Mengatasi Panas Dalam
Tidak semua panas dalam harus langsung diobati dengan menggunakan obat-obatan medis.
Panas dalam sering kali bisa sembuh dengan sendirinya.
Meski demikian, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat proses penyembuhan dari panas dalam:
- Minum Air Putih
Cara pertama yang efektif untuk mengatasi panas dalam adalah dengan memperbanyak minum air putih.
Minum air putih minimal 2 liter air atau 8 gelas sehari untuk menghidrasi mukosa dari tenggorokan agar tidak kering sehingga membantu meredakan peradangan di tenggorokan.
Anda juga bisa membuat larutan antiseptik alami sederhana, yakni air putih hangat dengan campuran sedikit garam agar Anda tenggorokan menjadi lebih nyaman.
- Konsumsi Makanan yang Nyaman
Panas dalam seringkali menyebabkan nafsu makan berkurang, karena pada kondisi ini membuat proses menelan makanan terasa tidak nyaman.
Untuk itu, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang membuat area tenggorokan Anda nyaman.
Seperti sup hangat dan buah-buahan berair seperti semangka dan pir dapat membantu meringankan gejala panas dalam.
- Obat Herbal
Cara lainnya untuk mengatasi panas dalam, Anda bisa minum obat herbat seperti teh hijau, jahe, dan beras kencur bisa menjadi pilihan alami untuk meredakan gejala panas dalam.
- Istirahat yang Cukup
Pada saat gejala panas dalam muncul imunitas dalam tubuh akan melawan kuman atau penyebab infeksi yang timbul di dalam tubuh.
Oleh karenanya, tubuh memerlukan istirahat yang cukup. Dengan istirahat cukup Anda bisa meningkatkan sistem imun dengan baik.
Jika Anda sudah menerapkan tips diatas tapi keluhan yang Anda alami tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, segeralah periksa ke dokter guna mendapatkan perawatan yang tepat. (qud/mgg)
Editor : Miftahul Khair