Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada Muntaber pada Anak, Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Miftahul Khair • Rabu, 9 Oktober 2024 | 15:06 WIB
Ilustrasi anak sakit perut.
Ilustrasi anak sakit perut.

PONTIANAK - Gastroenteritis atau biasa yang dikenal dengan istilah Muntaber, merupakan kondisi umum yang terjadi pada anak-anak. Kondisi ini biasanya ditandai dengan peradangan pada saluran pencernaan, yang diakibatkan oleh virus ataupun bakteri.

Biasanya peradangan terjadi terutama pada lambung dan usus, akibatnya anak anda akan mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare. Gastroenteritis yang parah bisa menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan zat kimia dalam darah (elektrolit).

Hal ini dikarenakan cairan dalam tubuh dan elektrolit, hilang melalui muntahan dan tinja. Dikutip dari laman MSD Manuals infeksi virus yang menyebabkan gastroenteritis, biasanya menimbulkan gejala.

Seperti kombinasi muntah, diare, kram perut, demam, dan nafsu makan yang buruk sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Pencegahan awal untuk menghindari gastroenteritis, cukup dengan selalu mencuci tangan.

Pastikan juga anak anda untuk tidak sembarangan, dalam memakan atau meminum sesuatu.

Karena tubuh anak-anak terbilang masih rentan untuk terserang bakteri. Jika anak mengalami muntaber, segera bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang baik.

Penyebab Muntaber pada Anak

Biasanya muntaber pada anak terjadi karena adanya rotavirus dan norovirus, virus ini merupakan yang paling umum menyebabkan muntaber pada anak. Rotavirus adalah salah satu virus yang paling umum terjadi pada bayi dan anak-anak.

Biasanya rotavirus memiliki gejala yang cukup parah, seperti diare yang parah atau kadang berdarah. Anak juga akan mengalami muntah, demam, dan nyeri pada perut. Gejala ini juga akan berlangsung selama lima hari hingga satu minggu.

Tidak berarti terhindar dari komplikasi, biasanya akan ada juga gejala lain yang muncul ketika gastroenteritis berlangsung. Seperti dehidrasi yang parah dan malnutrisi, hal ini sangat berbahaya bagi anak-anak.

Kemudian ada juga penyebab lainnya seperti bakteri E. coli, Salmonella, dan Campylobacter yang dapat menyebabkan munculnya muntaber. Selain itu, parasit seperti Giardia dan Cryptosporidium dapat menginfeksi saluran pencernaan pada anak.

Muntaber juga bisa terjadi ketika anak mengalami keracunan makanan, mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Seperti makanan yang sudah jatuh ke lantai, atau mainan yang kotor memasuki area mulut.

Hal ini bisa saja terjadi, terlebih ketika anak-anak sedang bermain. Dengan kondisi tangan kotor dan penuh bakteri, masuk ke area mulut langsung menyebarkan bakteri ke dalam tubuh. Ketika tubuh terkontaminasi bakteri atau zat berbahaya dapat menyebabkan muntaber.

Cara Mengatasi Muntaber pada Anak

Ketika anak anda mengalami muntaber yang masih dalam kategori ringan, anda bisa memberikan banyak cairan. Karena oralit sangat dianjurkan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

Biarkan anak beristirahat dengan cukup selama pemulihan, setelah gejala mereda anda bisa memberikan makanan lunak terlebih dahulu. Tetap jaga kebersihan, dengan cuci tangan secara teratur dan steril tempat makan anak. 

Jika muntaber tak kunjung membaik, segera bawa anak ke rumah sakit. Untuk melakukan pemeriksaan berlanjut, dengan konsultasi ke dokter. Terlebih ketika anak anda mendapati tanda mulai dehidrasi, dan demam tinggi.

Dengan gejala demam tinggi dan muntah yang secara terus menerus, anda harus segera membawa anak anda ke rumah sakit. Agar mendapatkan penanganan yang lebih baik, dan menghindari hal yang tidak diinginkan.

Pentingnya mengatasi muntaber terutama pada bayi dan anak kecil, karena muntaber menyebabkan dehidrasi yang berbahaya bagi tubuh. Dengan adanya dehidrasi, tentu bisa menyebabkan kerusakan organ dan bahkan kematian. (yol/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#penyebab muntaber anak #gejala muntaber anak #muntaber pada anak