Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Amankah Diet Ketogenik? Ketahui Manfaat, Cara Menjalani dan Risikonya

Miftahul Khair • Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:04 WIB
Ilustrasi makanan sehat untuk diet.
Ilustrasi makanan sehat untuk diet.

PONTIANAK - Diet ketogenik atau yang biasa disingkat dengan diet keto, merupakan diet yang diatur dengan pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan protein sedang.

Banyak yang bilang, bahwa diet keto sangat ampuh sehingga bisa dengan cepat menurunkan berat badan. Tetapi perlu diketahui, apakah diet keto ini aman bagi tubuh.

Ketika tubuh kekurangan karbohidrat sebagai sumber energi utama, makan tubuh akan beralih ke pembakaran lemak untuk menghasilkan keton. Keton inilah yang kemudian akan menjadi sumber energi utama bagi tubuh.

Diet keto cukup populer, karena kemampuan dalam menurunkan berat badan berlangsung begitu cepat. Energi juga lebih meningkat setelah menjalani diet keto, selain itu juga diet keto bisa membantu mengontrol gula darah.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa diet keto, dapat bermanfaat bagi kesehatan otak termasuk mengurangi risiko penyakit alzheimer. Akan tetapi diet keto termasuk kontroversial.

Menurut dr Sungadi Santoso dari kanal Youtube SB30Health, diet keto akan sangat berbahaya jika tidak dilakukan dengan benar. Hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan. Sehingga ketika ingin menjalankan diet keto, lakukan dengan panduan yang benar.

Tujuan utama dari diet keto adalah membakar lemak, tubuh harus mengonsumsi banyak lemak tinggi. Hingga mencapai kondisi ketosis, dalam kondisi tersebut tubuh akan membakar lemak sebagai cadangan energi atau sumber energi.

Lemak kemudian akan diubah oleh organ hati menjadi keton, sehingga dapat memberikan asupan energi bagi tubuh. Maka dari itu suplai energi pada tubuh, bukan lagi berasal dari karbohidrat melainkan lemak yang diubah menjadi keton.

Apakah Diet Keto Berbahaya Bagi Tubuh?

Ketosis sendiri merupakan kondisi ringan dari ketoasidosis, yang merupakan kondisi berbahaya bagi penderita diabetes tipe 1.

Meskipun tertuai banyak pro dan kontra, beberapa studi mengatakan bahwa diet keto cukup aman.

Diet keto aman jika anda melakukan ini dengan benar dan di bawah pengawasan ahli, dengan menerapkan aturan yang diberikan. Faktanya sebelum digunakan untuk salah satu cara diet, ternyata diet keto diperuntukkan untuk pengidap epilepsi.

Manfaat dari Diet Keto

Adapun manfaat dari diet keto, bisa membantu mengontrol gula darah bagi mereka yang mengidap diabetes tipe 2.

Karena mengonsumsi makanan yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak, tentu saja sumber lemaknya menggunakan sumber lemak yang baik.

Contoh sumber lemak yang baik, bisa kalian dapatkan melalui ikan salmon, alpukat, dan sebagainya.

Bagi para pengidap diabetes tipe 2, mengurangi jumlah asupan karbohidrat tentu juga akan mengurangi jumlah asupan gula.

Tetapi harus dikonsultasikan kembali dengan dokter yang bersangkutan, karena akan bahaya jika gula darah terlalu drop.

Hiperglikemia akan menyebabkan anda menjadi koma, sehingga harus secara rutin mengukur gula darah.

Dengan makanan tinggi lemak, ditujukan untuk menipu otak. Seolah-olah sedang berpuasa dan tubuh tidak mendapatkan asupan gula yang tinggi dari karbohidrat. Maka dari itu diet keto dipercaya lebih akurat untuk penurunan berat badan. 

Cara yang Tepat Melakukan Diet Keto

Secara umum beberapa orang menjalankan diet keto, dengan standar diet ketogenik. Standarnya yaitu mengonsumsi 75 persen lemak, 20 persen protein, dan 5 persen karbohidrat. Bisa juga dengan high protein ketogenic diet.

High protein ketogenic diet ini dilakukan dengan mengonsumsi 60% lemak, 35% protein, dan 5% karbohidrat. Bedanya hanya dengan mengonsumsi protein lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Efek Samping Diet Keto

Ketika anda melakukan diet keto dengan dua metode sebelumnya, kemungkinan besar anda akan mengalami kekurangan vitamin dan mineral yang berasal dari buah dan sayur.

Kemudian bagi anda yang melakukan diet keto tinggi protein harus dilakukan pengawasan.

Hal ini dilakukan agar tubuh dapat diawasi dengan baik, karena jika berlebihan akan mengalami overdose protein. Karena jumlah protein yang terlalu tinggi akan membebani kerja pada ginjal anda.

Beberapa orang juga akan mengalami kesulitan tidur, gelisah, pusing, mual, dan sebagainya. Karena tubuh tidak akan terbiasa dengan perubahan yang terjadi, ketika awal memulai diet keto tersebut.

Lakukan diet dengan baik dan cari literatur yang baik, jika bisa gunakan mentor yang dapat membimbing selama diet berlangsung. Hal ini guna menjaga tubuh anda tetap dalam keadaan yang sehat meskipun melakukan diet keto. (yol/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#risiko diet keto #manfaat diet keto #diet ketogenik